Home Fitur Tujuh Tahun Bangkit: Sulawesi Tengah Menata Harapan Pascabencana

Tujuh Tahun Bangkit: Sulawesi Tengah Menata Harapan Pascabencana

Share

Kemantapan jalan

Bambang mengatakan, secara progres keuangan dan fisik Jembatan Palu 4 telah selesai per tanggal 26 April 2025. Kemudian, pada 21-25 Juli 2025, melalui Direktorat Kompetensi dan BPJN Sulteng telah melaksanakan audit keselamatan jalan dan melaksanakan uji beban (loading test) pada 26-27 Agustus 2025, untuk memastikan keamanan dan laik fungsi Jembatan Palu 4 dengan metode dinamis dan statis.

“Jadi, secara progres fisik jembatan sudah selesai, tetapi karena ada Oprit di Paket A1 yang belum tuntas maka belum dapat difungsionalkan, menunggu selesai semua,” lanjutnya.

Oprit di paket A1 Jalan Rajamoili – Cut Meutia yang berada di sisi timur tersebut untuk PHO-nya adalah tanggal 25 Desember 2025, tetapi diupayakan selesai target pada November 2025. Saat ini, progresnya sudah 72,78%.

“Secara progres masih on going dan oprit itu adalah bagian dari paket tersebut. Selain penanganan jembatan, juga menangani ruas-ruas jalan dalam kota Palu. Namun, untuk operasional jembatan masih menunggu semuanya tuntas terlebih dahulu. Hal ini telah kami diskusikan juga dengan pemerintah daerah (Pemda),” kata Bambang.

Sedangkan Paket A2.1 ini, kini sedang dalam tahapan proses tender di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) yang sumber dananya melalui skema pendanaan Loan JICA dan waktu pelaksanaan akan selesai pada Maret 2026. Akan tetapi, penanganannya hanya proteksi oprit pada Jembatan Palu 4.

Baca Juga: Jalan Nasional di Bima Diperbaiki 120 Km

Berdasarkan data survei Kemantapan jalan BPJN Sulteng Semester I di Provinsi Sulawesi Tengah kondisi jalan 97,64% mantap dari total panjang jalan 2.361 km, sedangkan jembatan 85.58% kondisi mantap dari total panjang jembatan 22.583 meter. (SAL)

Oleh:

Share