JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan jaringan jalan nasional dan jalan tol untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepastian ini disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo, yang diwakili Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (8/12/2025).
Wamen Diana menegaskan bahwa proses pemulihan ruas-ruas yang terdampak bencana terus berjalan tanpa mengganggu kesiapan jaringan jalan secara nasional.
“Ruas yang terdampak bencana terus dipulihkan, sementara jaringan jalan lainnya tetap dalam kondisi mantap. Dengan demikian kesiapan layanan konektivitas untuk Nataru tetap optimal dan peningkatan pelayanan dapat dilaksanakan sesuai rencana,” ujar Diana dalam keterngan tertulis.

Jaringan Jalan Nasional dan Tol dalam Kondisi Mantap
Kementerian PU mencatat jaringan jalan nasional non-tol saat ini memiliki total panjang 47.603,39 km dengan tingkat kemantapan mencapai 93,65%.
Sementara itu, panjang jalan tol yang telah beroperasi mencapai 3.115,98 km, ditambah sejumlah ruas baru yang siap dioperasikan pada triwulan IV 2025, yaitu: Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg Seksi 1 (4,7 km), Junction Jalan Tol Palembang–Betung (7,57 km) dan penambahan lajur Jalan Tol Tangerang–Merak (8,738 km)
Selain ruas yang benar-benar beroperasi, terdapat pula lima ruas tol yang akan difungsionalkan untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan Nataru, antara lain Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 4, Tol Palembang–Betung Seksi 2, Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1–2, serta sejumlah seksi di Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang dengan total 50,227 km.
Kapasitas ruas strategis seperti Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Cikampek–Palimanan, dan Tangerang–Merak juga ditingkatkan melalui penambahan satu lajur baru.
Kesiapan TIP dan SPKLU
Untuk mendukung kenyamanan pengguna tol, terdapat 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) serta 189 SPKLU yang sudah beroperasi. Sebagian TIP yang masih dalam tahap pembangunan juga akan difungsionalkan menjelang Nataru, terdiri atas 8 TIP di Sumatera dan 9 TIP di Jawa.
Peningkatan layanan operasional tol juga disiapkan, antara lain, fasilitas BBM modular, mobile toilet, patroli 24 jam, penyediaan sarana ibadah, area UMKM, fasilitas disabilitas, dan area bermain anak, mobile reader, kartu uang elektronik, dan ketersediaan genset selama 24 jam
Antisipasi Bencana
Kementerian PU dan BUJT juga menyiapkan diskon tarif tol 10–20% pada 26 ruas tol, berlaku pada 22, 23, dan 31 Desember 2025. Untuk respons cepat menghadapi potensi bencana, kementerian menyiagakan 1.150 unit Disaster Relief Unit (DRU) di seluruh Indonesia yang terdiri dari excavator, backhoe loader, dump truck, chainsaw, dan berbagai peralatan teknis lainnya.
Material darurat juga tersedia, antara lain, 108 set jembatan bailey, 11.600 sandbag, 19.453 bronjong. Material teknis berupa, CPHMA, Asphalt Cold Mix, sheetpile, box culvert, aramco, geotextile, dan Tambalan Cepat Mantap (TCM).
“Sebanyak 492 posko akan beroperasi pada 16 Desember 2025–4 Januari 2026 untuk mendukung pengawasan kondisi jalan, koordinasi penanganan bencana, dan layanan cepat tanggap bagi masyarakat,” tutur Diana.
Sebagai bagian dari pelayanan publik, Kementerian PU membuka Call Center 24 jam di 158 atau 0822 8885 8884.
Masyarakat juga dapat mengakses Portal Informasi Nataru melalui laman resmi Bina Marga untuk memantau kondisi jalan, lokasi TIP, posko siaga, titik rawan bencana, curah hujan, hingga akses CCTV tol dan non-tol secara real time. (*/CHI)
Baca Juga: Menhub Minta Jajaran Laut Diminta Siaga 24 Jam Jelang Nataru 2025/2026





