Home Fitur Tujuh Tahun Bangkit: Sulawesi Tengah Menata Harapan Pascabencana

Tujuh Tahun Bangkit: Sulawesi Tengah Menata Harapan Pascabencana

Share

Sulteng Bangkit

Selama tujuh tahun ini tak henti-hentinya Pemerintah (Kementerian PU), melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah (BPJN Sulteng) dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tegah terus melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan wilayah terdampak bencana secara bertahap, termasuk memberikan bantuan bagi para korban.

Bahkan, dalam proses rekonstruksi ini sejumlah fasilitas umum telah dilakukan secara bertahap dan selesai, seperti jalan dan jembatan, serta hunian tetap (huntap).

Berdasarkan data yang dikutip dalam buku Rumah di Tanah Harapan (Kisah Pembangunan Pascabencana di Sulawesi Tengah), terbitan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, capaian pembangunan 9.140 unit Huntap merujuk pada pendataan atas rumah rusak.

Sebanyak 3.542 dibangun oleh NGO (Non Governmental Organization) dan Pemerintah Daerah. Sedangkan sisanya, sebanyak 5.598 unit dibangun oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Perumahan (sebelum berubah menjadi Kementerian PKP).

Dari jumlah yang dibangun oleh Kementerian PU ini, pelaksanaannya dibiayai melalui dana CERC (Crisis and Emergency Risk Communication) di dalam proyek NSUP (Proyek National Slum Upgrading Project) sebanyak 1.679 unit, melalui dana CSRRP atau Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Project (Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sulawesi Tengah) sebanyak 3.880 unit, serta melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 39 unit, yang tersebar di 38 lokasi Huntap di Kota Palu, Sigi dan Donggala.

Kelurahan Petobo menjadi salah satu kawasan yang terdampak fenomena likuefaksi di Kota Palu. Saat ini, Pemerintah Kota Palu menjadikan lokasi tersebut menjadi kawasan wisata sejarah likuefasi. Lintas/Salomo

Kepala BPJN Sulteng Bambang S Razak, ST, MT, mengatakan, bahwa awal penanganan pascabencana yang dilaksanakan oleh BPJN Sulteng adalah melalui bantuan dana Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) Winrip (Western Indonesia National Roads Improvement Project), yaitu di ruas jalan Tompe – Dalam Kota Palu – Surumana (Paket RR01) dan ruas jalan Palupi – Simoro; Kalukubula – Kalawara; Biromaru – Palolo; dan Akses Huntap (Paket RR02) yang telah selesai pada 2020.

Kemudian, dilanjutkan dengan bantuan dana loan Japan International Coorporation Agency (JICA) untuk menangani ruas-ruas jalan yang terdampak, baik itu kewenangan provinsi maupun kabupaten.

“Dari total 13 paket penanganan yang sudah berjalan 11 paket telah PHO (Provisional Hand Over). Saat ini masih ada 2 paket pekerjaan yang on going, yaitu Paket A1 Rehabilitasi Ruas Jalan Dalam Kota Palu, Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Rajamoili – Cut Meutia (coast area), serta paket baru A2.1 Proteksi Oprit Jembatan Palu 4,” kata Bambang, Senin (8/9/2025) dalam wawancara online dengan Lintas.

Oleh:

Share