Home Berita 384 KA Beroperasi Saat Lebaran 2026, DJKA Tempatkan 62 Titik Siaga di Jateng-DIY

384 KA Beroperasi Saat Lebaran 2026, DJKA Tempatkan 62 Titik Siaga di Jateng-DIY

Share

JAKARTA, LINTAS — Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel serta alat berat berupa sarana penolong di sejumlah titik rawan bencana untuk mengawal kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Langkah tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono saat mendampingi Kunjungan Reses Komisi V DPR RI di Semarang, Jumat (20/2/2026). Ia menegaskan, pengawasan difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat cuaca ekstrem dan kondisi geografis.

“Khusus di Semarang dan sekitarnya, kami melakukan pemantauan di titik-titik yang sering terjadi banjir, tanah labil, longsor, serta titik rawan di sepanjang jalur rel guna mengantisipasi kejadian seperti awal tahun ini,” ujar Allan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono. Dok/BKIP Kemenhub

Penanganan Preventif

Di wilayah tersebut, DJKA telah melakukan sejumlah penanganan preventif, seperti pemasangan pancang rel, pembangunan cross drain, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, hingga peninggian elevasi jembatan dan rel. Seluruh titik rawan juga dipantau selama 24 jam melalui CCTV dan sensor yang ditempatkan di sekitar area.

Di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, DJKA menempatkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 62 titik. AMUS difungsikan sebagai peralatan tanggap darurat untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan akibat bencana.

Penempatan tersebut mengacu pada pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang tersebar di seluruh wilayah kerja DJKA. Pemantauan dan penanganan Dapsus dilakukan secara kolaboratif bersama operator kereta api dan pemerintah daerah guna meminimalkan risiko gangguan perjalanan.

Selain penguatan di sisi prasarana, DJKA juga tengah merampungkan ramp check terhadap sarana perkeretaapian yang akan dioperasikan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Hingga saat ini, ramp check telah dilakukan terhadap 3.571 unit sarana.

“Total ada sekitar 4.181 sarana yang harus menjalani ramp check, terdiri dari 326 lokomotif, 2.119 kereta yang ditarik lokomotif, 103 KRD, dan 1.633 KRL. Kami masih menghimpun laporan dari balai teknik perkeretaapian di lapangan,” jelas Allan.

Ramp Check

Ramp check telah dilaksanakan sejak 2 Februari 2026 di seluruh wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian di bawah DJKA untuk memastikan kelaikan operasional sarana dalam mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 H.

Tak hanya sarana, DJKA juga menggelar ramp check Standar Pelayanan Minimum (SPM) di stasiun, inspeksi keselamatan sarana dan prasarana, serta akan mengoperasikan Posko Harian Bidang Perkeretaapian selama masa angkutan Lebaran guna memantau pergerakan masyarakat secara intensif.

Ramp check kereta api. Dok/BKIP Kemenhub

Untuk Angkutan Lebaran 2026, kapasitas angkut kereta api antarkota disiapkan sebanyak 3,58 juta tempat duduk. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada Selasa, 24 Maret 2026.

Selama periode tersebut, sebanyak 384 perjalanan kereta api antarkota per hari akan dioperasikan. Masyarakat diimbau mengatur jadwal perjalanan dan menghindari tanggal puncak untuk mengurangi potensi kepadatan di stasiun.

“Kami terus berupaya agar seluruh persiapan berjalan optimal sehingga perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan selamat,” pungkas Allan. (CHI)

Baca Juga: 38 Muara Sumatera Dinormalisasi, Progres Tembus 35 Persen

Oleh:

Share