JAKARTA, LINTAS – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pelaksanaan angkutan mudik dan arus balik Lebaran 2026 secara umum berjalan baik. Namun, sejumlah catatan penting tetap menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pada tahun mendatang.
Dalam Media Briefing, Kamis malam (9/4/2026), Dudy mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat, yang membantu penyebaran informasi selama periode angkutan Lebaran.
“Berkat doa dan dukungan semua pihak, pelaksanaan arus mudik maupun arus balik berjalan dengan baik. Meski begitu, ada beberapa catatan yang menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,” ujar Dudy.
Angkutan Umum Berjalan Lancar
Dudy menjelaskan, layanan transportasi umum darat, kereta api, laut, hingga udara secara umum berlangsung baik. Bahkan, terjadi peningkatan penggunaan angkutan umum oleh masyarakat selama periode Lebaran.
Ia menilai pelaksanaan angkutan darat, yang biasanya menjadi sorotan, relatif kondusif tahun ini. “Tidak terdapat kecelakaan besar atau kejadian yang tidak diinginkan selama arus mudik dan balik,” katanya.
Rest Area KM57 Picu Kepadatan
Meski berjalan lancar, kepadatan sempat terjadi pada puncak arus mudik 18 Maret 2026. Kemacetan panjang terjadi di Jalan Tol MBZ (layang), yang dipicu kepadatan di Rest Area KM57.

Lonjakan arus kendaraan saat itu mencapai sekitar 170–180 ribu kendaraan, tertinggi selama periode mudik. Rest area dinilai belum mampu menampung lonjakan kendaraan sehingga terjadi antrean panjang dari tengah malam hingga pagi.
Pemerintah telah meminta evaluasi bersama Jasa Marga, Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Badan Pengatur Jalan Tol untuk memperbaiki pengelolaan rest area.
“Kita akan melakukan mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Dudy.
Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang Jadi Catatan
Kepadatan juga terjadi di penyeberangan Gilimanuk–Ketapang menjelang Idulfitri. Antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 30 km selama dua hari.
Dudy menjelaskan, kepadatan dipicu kedekatan Hari Raya Nyepi dengan Idulfitri serta masih beroperasinya kendaraan berat. Pemerintah kemudian menyiapkan buffer zone untuk menampung kendaraan besar dan memprioritaskan kendaraan kecil serta roda dua.

Keterbatasan buffer zone di Ketapang–Gilimanuk menjadi perhatian penting untuk perbaikan ke depan.
Akses Tol di Sumatera Masih Perlu Perbaikan
Evaluasi juga menyoroti akses keluar tol di Sumatera yang masih sempit dan bertemu jalan arteri berkapasitas terbatas. Sejumlah ruas juga masih berstatus fungsional sehingga memicu kepadatan.
Meski demikian, rekayasa lalu lintas oleh kepolisian dinilai mampu mengurangi dampak kemacetan di lapangan.
Pergerakan Pemudik Tembus 147,55 Juta Orang
Pada Lebaran 2026, total pergerakan masyarakat mencapai 147,55 juta orang, naik 2,53 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 63,41 persen pergerakan terjadi di Pulau Jawa.
Penggunaan angkutan umum meningkat 11,79 persen, dengan angkutan penyeberangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,05 persen.
“Hasil survei menunjukkan masyarakat menilai pelaksanaan angkutan Lebaran berjalan baik. Namun kami tidak akan puas dan akan terus melakukan perbaikan bersama seluruh pemangku kepentingan,” tutur Dudy.(CHI)
Baca Juga: Pasokan Listrik PLN Ada Kendala, Operasional MRT Terganggu































