JAKARTA, LINTAS – PT Transjakarta berencana menambah 12 lokasi baru dalam program naming rights atau hak penamaan pada tahun 2025 sebagai strategi utama untuk meningkatkan pendapatan non-tiket.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pendapatan non-tiket sebesar 35 persen dari total pendapatan perusahaan.
Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset PT Transjakarta, Fadly Hasan, mengungkapkan bahwa program naming rights terbukti efektif dalam mendongkrak pendapatan perusahaan.
Tahun 2024, Transjakarta berhasil meraih Rp218 miliar dari pendapatan non-tiket, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp216 miliar.
“Kami melihat potensi besar dari program ini. Selain memberikan pemasukan tambahan, kolaborasi dengan pihak swasta melalui naming rights juga memungkinkan perbaikan fasilitas publik seperti halte dan sarana pendukung lainnya,” ujar Fadly, pekan lalu.
Baca Juga: Selama Ramadhan, Pelanggan Transjakarta Dapat Takjil Gratis di 14 Koridor
Saat ini, sudah ada enam lokasi yang menjalankan program naming rights, dan dengan penambahan 12 lokasi baru pada 2025, diharapkan pendapatan non-tiket terus meningkat secara signifikan.
DPRD DKI Jakarta turut mendukung inisiatif ini dengan mendorong Transjakarta untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan aset dan berinovasi dalam menciptakan sumber pendapatan baru.
“DPRD pasti mendorong kami untuk mengutilisasi aset dengan baik dan membuat program inovasi agar pendapatan non-tiket terus naik,” tambah Fadly.
Meski awal tahun sering kali menjadi tantangan karena banyaknya hari libur dan momentum bulan puasa, Transjakarta optimis dapat mengejar target di kuartal kedua. Hingga saat ini, capaian pendapatan non-tiket telah mencapai sekitar 92 persen dari target sementara.
Fadly menegaskan bahwa semua program dan target pendapatan sudah dikomunikasikan dan disetujui melalui mekanisme anggaran yang melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD. (CHI)






























