KEDIRI, LINTAS — Pembangunan ruas Tol Akses Bandara Internasional Dhoho Kediri Seksi 2 semakin menunjukkan progres signifikan. PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) sebagai kontraktor pelaksana menegaskan kesiapannya menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik demi mendukung operasional penuh Bandara Internasional Dhoho pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Project Director Proyek Bandara Internasional Dhoho Seksi 2, Hendarin Achmad, dalam wawancara bersama Lintas pada Sabtu (8/11/2025).
Proyek Seksi 2 ini membentang sepanjang 3,4 km dari STA 0+000 hingga STA 3+400 dan menjadi salah satu ruas vital untuk distribusi arus penumpang dan logistik ke Bandara Internasional Dhoho.
Hendarin menjelaskan bahwa perusahaan telah memobilisasi alat berat, dump truck, serta tenaga teknis secara maksimal untuk menjaga ritme percepatan pembangunan di lapangan.

Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan pendukung dan armada logistik berada dalam kondisi siap operasi guna memastikan efektivitas pengerjaan.
Ruas Seksi 2 ini disebut memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena berada di kawasan perkotaan dengan aktivitas padat serta melintasi Sungai Brantas. Tantangan ini memaksa penerapan metode konstruksi yang lebih presisi dan pengaturan kerja yang disiplin.
“Di Seksi 2 lokasinya perkotaan dan melintasi Kali Brantas, sehingga banyak pekerjaan struktur, seperti jembatan dan konstruksi elevated,” ujar Hendarin.
Salah satu struktur utama adalah jembatan Brantas dengan bentang sekitar 78 meter. Ia menambahkan bahwa ketelitian, kecepatan, dan kontrol mutu merupakan tiga pilar utama dalam pelaksanaan konstruksi pada area ini.
“Tujuan kami sederhana: selesai sesuai spesifikasi, konstruksi aman, dan maintenance minimal. Kami pastikan setiap detail di lapangan dilakukan sesuai standar,” tegas Hendarin.
Hendarin menyampaikan harapan besar bahwa pembangunan Seksi 2 ini dapat menjadi salah satu proyek percontohan dalam penerapan standar keselamatan dan pengendalian mutu, terutama pada proyek strategis yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga masyarakat sekitar lokasi proyek.
“Kami berharap dukungan dari semua stakeholder terus mengalir, agar pekerjaan berjalan lancar hingga rampung. Kami pun ingin proyek ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kediri, baik dalam bentuk percepatan mobilitas, akses ekonomi, maupun pengurangan kemacetan di jalur kota,” ujar Hendarin.
Perkembangan Pekerjaan di Lapangan
Senior Engineering PT LMA, Joko Ashari, turut memberikan gambaran detail mengenai progres teknis terbaru. Menurutnya, saat ini pekerjaan bore pile dan pemasangan casing tengah berlangsung pada beberapa titik pondasi utama, termasuk P1 dan P2. Pada titik lain—mulai dari P4 hingga P10—tim tengah mengerjakan pengecoran pile cap serta persiapan pemasangan girder.
Joko menuturkan bahwa jalur konstruksi ini juga melintasi Sungai Brantas dengan struktur jembatan yang memiliki bentang baja utama sepanjang 80 meter. Secara rinci, bentang jembatan terbagi menjadi bentang 30 meter (P1–P1), 80 meter (P1–P2), dan 20 meter (P2–P3). Struktur ini nantinya menjadi titik vital yang menghubungkan area perkotaan menuju akses langsung Bandara Dhoho Kediri.

Pada STA 2300, proyek juga mencakup pembangunan simpang tol (P28) yang menjadi elemen penghubung trafik dari dan menuju jalan kota. Joko memastikan bahwa kondisi lapangan telah bersih dari hambatan lahan sehingga pengerjaan tidak menghadap masalah administrasi maupun pembebasan tanah.
Terkait capaian progres, Joko menyebutkan bahwa pekerjaan fisik saat ini berada pada angka sekitar 35 persen dan ditargetkan mencapai 50–60 persen pada akhir Desember. Faktor cuaca menjadi hambatan utama, sementara dari aspek teknis, material, dan operasional alat berat tidak ditemukan kendala signifikan.
“Material aman, alat aman, pengerjaan lancar. Cuaca saja yang kadang menghambat,” jelasnya. (PAH/MAL/ROY)
Baca Juga: Akses Tol Bandara Dhoho Kediri Dikebut, Siap Beroperasi 2026





