Home Berita AirNav Indonesia Siap Kawal Lonjakan Penerbangan Lebaran 2026

AirNav Indonesia Siap Kawal Lonjakan Penerbangan Lebaran 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – AirNav Indonesia memastikan kesiapan penuh layanan navigasi penerbangan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan operasional penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah.

Trafik penerbangan pada masa mudik tahun ini diproyeksikan meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, mengatakan peningkatan pergerakan penerbangan selama musim mudik telah diantisipasi melalui berbagai langkah kesiapan operasional di seluruh unit layanan navigasi penerbangan.

“AirNav Indonesia telah menyiapkan seluruh aspek operasional untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan selama periode Angkutan Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan efisien. Kesiapan tersebut mencakup personel operasional, fasilitas navigasi penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan,” ujar Setio dalam Konferensi Pers Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia pada Angkutan Lebaran 2026 di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Operasikan INMC

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, AirNav Indonesia mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC) sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional. Pusat kendali ini berfungsi memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.

Selain itu, AirNav juga memastikan kesiapan dukungan operasional yang meliputi lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan sistem Air Traffic Control (ATC).

“Untuk petugas ATC sendiri, ada lebih dari 1.700 personel yang bertugas selama periode ini di seluruh kantor pelayanan AirNav Indonesia,” kata Setio.

Guna memastikan keandalan peralatan navigasi penerbangan, AirNav juga menugaskan lebih dari 1.000 Air Traffic Service Engineers. Selain itu, terdapat sedikitnya 160 Aeronautical Information Service Officers serta lebih dari 490 Air Communication Officers yang disiagakan selama periode angkutan Lebaran.

Kesiapan prosedur navigasi penerbangan juga telah dipastikan di ratusan bandara di Indonesia. Prosedur tersebut mencakup Standard Instrument Departure (SID) untuk keberangkatan, Standard Terminal Arrival Route (STAR) untuk kedatangan, serta Initial Approach Procedures (IAP) untuk pendekatan pendaratan guna menjaga efisiensi sekaligus keselamatan operasional penerbangan.

Antisipasi Balon Udara Liar

Selain lonjakan trafik, AirNav juga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan selama periode Lebaran.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi hazard selama periode Lebaran, seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai,” jelas Setio.

Ia menambahkan seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta memperkuat koordinasi antarunit demi menjaga keselamatan penerbangan.

Setio juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan ruang udara, khususnya terkait fenomena balon udara liar yang kerap muncul saat perayaan Lebaran.

Baca Juga: AirNav Fasilitasi 4.000 Pemudik Gratis Naik Kereta Api

Beberapa wilayah yang sering menjadi sorotan akibat aktivitas balon udara liar antara lain Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan di Jawa Tengah. Belakangan, sejumlah daerah lain juga mulai menunjukkan indikasi aktivitas serupa.

“AirNav Indonesia terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan melalui berbagai media. Namun masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh AirNav sendirian. Kami berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan,” ujarnya. (CHI)

Oleh:

Share