JAKARTA, LINTAS – Belajar dari negara China, Pemerintah Republik Indonesia terus membangun manajemen air, dengan membangun bendungan, dan konektivitas, yakni dengan membangun jalan tol. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup layak dan makmur.
Hal itu diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono setelah bertemu dengan Menteri Sumber Daya Air China Li Gouying di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (22/5/2024).
Pertemuan ini merupakan salah satu agenda Menteri Basuki dalam World Water Forum ke-10 yang diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei 2024.
“Saya sangat terinspirasi dengan Presiden Xi Jinping ketika tahun lalu (2023) bertemu di Beijing. Saya belajar tentang manajemen air di China sebab beliau mengatakan untuk hidup layak kita butuh air yang baik. Sementara untuk hidup makmur kita perlu konektivitas. Jadi, manajemen air dan konektivitas akan membuat kehidupan yang lebih baik,” kata Menteri Basuki.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan percepatan pembangunan bendungan dan jalan tol.
“Saya rasa Indonesia sudah di jalur yang benar untuk memperkuat ketahanan air dan konektivitas. Untuk itu kita bangun lebih banyak bendungan dan jalan tol,” ujar Basuki.
Kerja Sama
Di samping kerja sama di bidang infrastruktur secara umum, Indonesia-China juga menjalin kerja sama bidang sumber daya air. Di antaranya Bendungan Jatigede dan Bendungan Riam Kiwa.
“Terima kasih banyak atas dukungan yang diberikan selama ini. Saya yakin kerja sama kita akan semakin kuat ke depannya,” kata Basuki.

Di tengah gelaran World Water Forum ke-10, Kementerian Sumber Daya Air China melakukan peluncuran buku Water Governance in China Perspective of Xi Jinping pada Selasa (21/5/2024).
“Terima kasih banyak telah menyelenggarakan forum ini dengan sangat baik. Peluncuran buku kami juga sukses. Anda menghadirinya secara langsung dan kami mendapatkan efek yang sangat baik dari para audiens. Mereka memuji ide buku kami. Menurut saya ini pertanda yang baik untuk kerja sama kita di masa depan,” ujar Menteri Li Guoying.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Kementerian PUPR dengan Nanjing Institute. MoA ini berkaitan teknologi sumber daya air yang meliputi fasilitas sumber daya air; teknik, guidelines dan metode konstruksi sumber daya air; sistem operasi dan fasilitas informasi sumber daya air dan konservasi air. (*/HRZ)
Baca Juga: Investor China dan Malaysia Tertarik Bangun Rumah bagi ASN di IKN































