JAKARTA, LINTAS – Kolaborasi DP World Dubai dengan perusahaan swasta nasional, Maspion Group, membangun terminal peti kemas berkapasitas 3 juta TEUs di Jawa Timur. Perjanjian konsesi terminal peti kemas kelas dunia ini dilaksanakan Selasa (3/10/2023).
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian tersebut, menyebutkan terminal ini akan memainkan peran strategis dalam memfasilitasi perdagangan Indonesia dengan pasar regional dan global.
“Indonesia kini terus menjadi negara tujuan para investor global, khususnya di bidang infrastruktur. Kemitraan ini diharapkan akan mempercepat kemajuan perekonomian nasional,” ujar Budi Karya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (4/10/2023).
Budi Karya menyatakan dukungannya pada kolaborasi antara perusahaan swasta global DP World Dubai dengan perusahaan swasta nasional, Maspion Group, untuk memulai pembangunan Terminal Peti Kemas berkapasitas 3 juta TEUs di Jawa Timur.
Penandatanganan perjanjian konsesi oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik Ditjen Perhubungan Laut Hotman Siagian bersama dengan Direktur PT Pelabuhan Indonesia Maspion Oei Marianus, yang disaksikan secara langsung oleh Menteri Perhubungan.
Memperluas Konektivitas
Pada kesempatan yang sama, Sultan Ahmed Bin Sulayem, Chairman dan CEO DP World, menjelaskan, bahwa kemitraan ini diharapkan dapat menjadi investasi yang akan memperluas konektivitas perdagangan yang lebih besar dan memperluas jaringan global pelabuhan dan logistik yang telah dimiliki oleh DP World.
“Kami menawarkan solusi menyeluruh kepada pelanggan kami dalam rangka meningkatkan ketahanan rantai pasok,” ujar Sultan Ahmed.
Sementara itu, Alim Markus Chairman dan CEO Maspion Group mengatakan, bahwa kemitraan ini adalah bentuk komitmen Maspion Group untuk berperan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan sejumlah peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan fiskal negara.
“Ini merupakan bukti kuat bagaimana kedua perusahaan dengan didukung oleh pemerintah, bersama-sama mengembangkan infrastruktur di Jawa Timur. Hal sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kami optimis dengan prospek dan dampak ekonomi jangka panjangnya,” kata Markus. (*/MDF)
Baca Juga: Gencar Transformasi, Kinerja Pelindo Terminal Peti Kemas Meningkat

























