JAKARTA, LINTAS — Transformasi gencar yang dilakukan perusahaan operator terminal PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) di seluruh area kerja perseroan membuahkan peningkatan hasil kinerja.
Transformasi dilakukan SPTP untuk meningkatkan pelayanan terhadap para perusahaan pelayaran yang menjadi pelanggan utamanya.
Standar pelayanan di area terminal peti kemas menjadi perhatian utama perusahaan untuk memberikan layanan yang optimal dan efisien.
Hingga tahun 2023, PT Pelindo Terminal Petikemas telah menyelesaikan proses transformasi di 11 terminal.
11 terminal itu yakni TPK Sorong, TPK Nilam, Tanjung Priok 1 Zona 3, TPK Jayapura, TPK Tarakan, TPK Pantoloan, TPK Kupang. Lalu, TPK Ambon, TPK Belawan, TPK New Makassar, dan TPK Perawang.
Selain itu, terminal peti kemas yang saat ini masih proses transformasi adalah TPK Bitung dan TPK Semarang.
Efek Transformasi
Kepala PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Jayapura Slamet Sampurno merasakan manfaat transformasi yang dilakukan oleh SPTP.
Dia menyebut kinerja bongkar muat pada tahun 2021 berkisar 26 boks setiap jam (B/S/H). Kini, berkisar rata-rata 32 boks setiap jam.
Salah satu kapal yang dikelola pelayaran SPIL bahkan menyelesaikan bongkar muat peti kemas sebanyak 650 boks dalam waktu kurang lebih 11 jam.

“Kinerja operasional sudah semakin baik, kapal SPIL rata-rata lima kali kedatangan di TPK Jayapura dengan rata-rata muatan 600-800 boks,” ujarnya dalam keterangan tertulis belum lama ini.
Transformasi terminal peti kemas juga dirasakan oleh pengguna jasa di TPK Belawan, Sumatera Utara.
General Manager PT Tanto Intim Line Bustanul Arifin Siregar mengatakan, kinerja bongkar muat di TPK Belawan mengalami peningkatan hingga rata-rata mencapai 45 BSH (bongkar muat peti kemas pada 1 kapal dalam 1 jam).
Bustanul menyebutkan, dalam satu bulan, pihaknya memiliki 11 jadwal kedatangan kapal dengan rata-rata bongkar muat sebanyak 1.300-1.600 TEUs.
“Dengan peningkatan kinerja bongkar muat tersebut waktu sandar kapal (port stay) menjadi lebih cepat sehingga bisa segera berangkat untuk menuju ke pelabuhan selanjutnya. Kami harapkan kinerja ini bisa tetap terjaga dan dapat ditingkatkan,” ucapnya.
4 Tahapan
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyampaikan, transformasi yang dilakukan perseroan menyentuh berbagai aspek.
Terdapat empat tahapan transformasi terminal peti kemas yang dilakukan oleh SPTP.
Pada tahap pertama, pihaknya mengidentifikasi ketimpangan layanan saat ini dengan layanan yang terstandar.
“Pada tahapan selanjutnya, kami juga melakukan standardisasi keterampilan dan pengetahuan bagi para pekerja operasional. Hal ini penting karena mereka yang akan menjalankan kegiatan operasional di lapangan,” jelasnya.
Selain peningkatan keterampilan pekerja, pada tahap kedua transformasi mulai menyentuh aspek operasional.
Tahap ketiga transformasi terminal peti kemas mulai menyentuh aspek digitalisasi proses bisnis.
“Tahap keempat transformasi kami sudah berbicara mengenai ekosistem kepelabuhanan, seperti pertukaran data dengan pemangku kepentingan dan perusahaan pelayaran, pemilik barang, ekspedisi, perbankan,” tuturnya. (BAS)
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Bakal Operasikan 4 Pelabuhan Baru di Jawa dan NTB



















