JAKARTA, LINTAS – Stasiun Bekasi semakin memperkuat perannya sebagai simpul integrasi transportasi di wilayah timur Jabodetabek seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada awal masa Angkutan Lebaran 2026.
Pergerakan pemudik mulai terlihat sejak pertengahan Maret, ketika masyarakat mulai memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama untuk pulang ke kampung halaman.
Sebagai salah satu stasiun penting yang menghubungkan layanan KRL dengan kereta api jarak jauh, Stasiun Bekasi mencatat aktivitas penumpang yang cukup tinggi.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, mengatakan peningkatan mobilitas ini menegaskan pentingnya peran Stasiun Bekasi dalam jaringan transportasi berbasis rel di wilayah Jabodetabek.
“Stasiun Bekasi menjadi simpul integrasi perjalanan bagi masyarakat dari kawasan timur Jabodetabek. Pelanggan memanfaatkan layanan KRL untuk menuju stasiun ini, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh menuju berbagai kota tujuan mudik,” ujar Anne, dikutip Senin (16/3/2026).
Mobilitas Tinggi
Pada empat hari pertama masa Angkutan Lebaran 2026, tercatat sebanyak 169.536 pelanggan melakukan gate in dan 161.244 pelanggan melakukan gate out melalui stasiun tersebut.
Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas komuter yang memanfaatkan jaringan KRL sebagai akses menuju berbagai tujuan perjalanan, termasuk untuk melanjutkan perjalanan mudik menggunakan kereta api jarak jauh.
Baca Juga: KAI Bangun Rusunawa 2.200 Unit di Manggarai, Target Rampung 2027
Peningkatan mobilitas tersebut juga terlihat dari pola perjalanan masyarakat yang mulai terbentuk menjelang puncak arus mudik. Pada awal periode Angkutan Lebaran tahun ini, volume pengguna KRL di Stasiun Bekasi bahkan mendekati dua kali lipat dibandingkan volume pada akhir pekan biasa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat dari kawasan penyangga Jakarta memanfaatkan KRL sebagai moda penghubung menuju Stasiun Bekasi sebelum melanjutkan perjalanan dengan kereta api jarak jauh ke berbagai kota tujuan mudik.

Peran tersebut juga terlihat dari jumlah pelanggan kereta api jarak jauh yang memanfaatkan Stasiun Bekasi sebagai titik keberangkatan. Selama periode Angkutan Lebaran 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat 103.618 pelanggan telah dan akan berangkat dari Stasiun Bekasi.
Titik Kedatangan Penting
Pada periode yang sama, stasiun ini juga menjadi salah satu titik kedatangan penting dengan 109.852 pelanggan tercatat tiba di Stasiun Bekasi.
Tingginya mobilitas penumpang tersebut sejalan dengan frekuensi perjalanan kereta api yang dilayani setiap hari. Dalam operasional harian, Stasiun Bekasi melayani sekitar 278 perjalanan Commuter Line serta 109 perjalanan kereta api jarak jauh.
Dengan demikian, terdapat sekitar 387 perjalanan kereta api penumpang yang melayani naik dan turun penumpang di stasiun ini setiap harinya.
Frekuensi perjalanan yang tinggi tersebut semakin memperkuat posisi Stasiun Bekasi sebagai stasiun penyangga utama bagi Stasiun Gambir dan Pasar Senen, terutama bagi masyarakat dari wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, hingga kawasan timur Jabodetabek.
Transportasi Terintegrasi
Kehadiran berbagai layanan kereta api dalam satu simpul yang sama memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpindah moda perjalanan dalam satu jaringan transportasi yang terintegrasi.
Melalui integrasi layanan tersebut, masyarakat juga memiliki pilihan perjalanan yang lebih fleksibel selama masa Angkutan Lebaran. Keterhubungan antara KRL dan kereta api jarak jauh membantu pelanggan memilih titik keberangkatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
“KAI terus memperkuat konektivitas antarlayanan kereta api agar perjalanan pelanggan berlangsung lebih lancar dan terencana. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memanfaatkan transportasi publik selama masa Angkutan Lebaran,” kata Anne. (CHI)
Baca Juga: AHY Canangkan Hunian Vertikal Dekat Stasiun Manggarai, Dukung Program 3 Juta Rumah































