JAKARTA, LINTAS – Hunian vertikal akan segera dibangun di kawasan sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek ini akan menghadirkan delapan tower apartemen dengan total sekitar 2.200 unit hunian yang ditargetkan rampung pada 2027.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengatakan pembangunan hunian tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektar. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan berbasis transportasi atau transit oriented development (TOD) di sekitar stasiun.
Menurut Bobby, pembangunan akan segera dimulai agar proses konstruksi dapat selesai sesuai target pada 2027.
“Kita akan membangun delapan tower di Blok G dan Blok F. Masing-masing tower terdiri dari 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit, sehingga pada 2027 sudah bisa dilakukan serah terima kunci kepada penghuni,” kata Bobby dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah di Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).

Rincian Pembangunan Tower
Pembangunan apartemen ini akan dilakukan di dua area, yakni Blok G dan Blok F. Di Blok G, akan dibangun tiga tower dengan total 12 lantai pada setiap bangunan.
Dua lantai pertama akan digunakan untuk area komersial, sedangkan 10 lantai lainnya difungsikan sebagai hunian. Dari kawasan ini diperkirakan akan tersedia sekitar 650 unit apartemen dengan tipe 45 dan tipe 52.
Sementara itu, Blok F akan dibangun lima tower yang juga memiliki 12 lantai pada setiap bangunan. Komposisinya sama, yakni dua lantai untuk area komersial dan 10 lantai untuk hunian. Di area ini diperkirakan tersedia sekitar 1.550 unit apartemen dengan tipe yang sama, yakni tipe 45 dan tipe 52.
Adapun harga jual unit yang direncanakan untuk apartemen tersebut berkisar Rp 500 juta untuk tipe 45 dan Rp 600 juta untuk tipe 52.
Pengembangan Hunian di Kota Lain
Bobby menambahkan, pembangunan hunian di kawasan stasiun tidak hanya dilakukan di Manggarai. Program serupa juga akan dikembangkan di beberapa kota besar lainnya dengan memanfaatkan lahan milik KAI.
Di Bandung, proyek akan dibangun di sekitar Stasiun Kiaracondong di atas lahan sekitar 7.600 meter persegi dengan rencana pembangunan dua tower yang menyediakan total 753 unit hunian.




Sementara di Semarang, pembangunan akan dilakukan di kawasan Jalan dr. Kariadi di atas lahan sekitar 1,2 hektare dengan rencana pembangunan dua tower setinggi 42 lantai yang menyediakan sekitar 1.042 unit hunian.
Adapun di Surabaya, proyek hunian akan dibangun di area sekitar Stasiun Gubeng dengan total 1.489 unit hunian yang terdiri dari dua tower di atas lahan seluas 1,42 hektar.
Baca Juga: Penumpang Whoosh Diprediksi Naik Saat Lebaran 2026, Bisa Tembus 301 Ribu Orang
Dalam acara pencanangan tersebut turut hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perhubungan Dody Purwagandhi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, serta COO Danantara, Dony Oskaria. (CHI)































