Home Berita “Skybridge” Stasiun Bogor–Paledang Resmi Beroperasi

“Skybridge” Stasiun Bogor–Paledang Resmi Beroperasi

Share

BOGOR, LINTAS – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Kemenhub bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) resmi mengoperasikan skybridge penghubung Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang.

Skybridge ini diharapkan menjadi solusi mobilitas yang aman dan nyaman bagi pengguna KRL Commuter Line dan Kereta Pangrango rute Bogor–Sukabumi.

“Minggu lalu kami sudah melakukan uji coba operasional. Hasilnya, volume mobilitas penumpang yang berpindah dari Stasiun Bogor ke Paledang atau sebaliknya cukup tinggi. Dalam kurun waktu 18–24 Juni, tercatat total 11.416 penumpang melintas, atau rata-rata 1.500 hingga 2.500 penumpang per hari,” kata Kepala BTP Kelas I Bandung, Endang Setiawan, dalam keterangan Rabu (2/7/2025).

Tahapan Operasional dan Fasilitas Pendukung

Endang menjelaskan, pengoperasian skybridge Bogor–Paledang akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 28 Juni 2025, sementara tahap kedua akan dimulai Agustus 2025, setelah instalasi mesin tap in/tap out selesai dilakukan.

Namun demikian, terdapat catatan bagi penumpang difabel, lansia, dan pengguna kursi roda. Fasilitas lift dari Stasiun Bogor ke skybridge untuk sementara belum dapat difungsikan hingga proses instalasi perangkat tapping selesai.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, terutama bagi teman-teman difabel. Untuk sementara, pengguna dapat memanfaatkan eskalator dengan bantuan petugas stasiun,” imbuh Endang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas skybridge agar tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga turut menjaga dan merawat skybridge ini demi kepentingan bersama,” ujarnya.

KAI Commuter Apresiasi Integrasi Antarstasiun

Menanggapi pengoperasian skybridge, Corporate Secretary VP KAI Commuter, Joni Martinus, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif DJKA dalam menghadirkan integrasi layanan antarstasiun.

“Kemudahan dan kenyamanan pengguna merupakan hal penting dalam membangun ekosistem transportasi publik yang berkelanjutan,” ujar Joni.

Baca Juga: Tarif Ojek Online dan Potongan Aplikator Belum Ketok Palu, Masih Dibahas Kemenhub

Ia menambahkan, keberadaan skybridge sangat membantu mobilisasi penumpang antara dua stasiun yang saling berdekatan. Terlebih, Stasiun Bogor merupakan salah satu stasiun tersibuk di Jabodetabek dengan rata-rata 120 ribu penumpang per hari.

“Dengan jumlah penumpang sebanyak itu, keberadaan skybridge jelas memberikan kemudahan perpindahan dari Stasiun Bogor ke Paledang, khususnya bagi pengguna yang akan melanjutkan perjalanan dengan KA Pangrango,” kata Joni. (CHI)

Oleh:

Share