Home Berita Sekolah Rakyat Tahap II Mulai Dibangun di 32 Provinsi, Target Rampung Juni 2026

Sekolah Rakyat Tahap II Mulai Dibangun di 32 Provinsi, Target Rampung Juni 2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di berbagai daerah di Indonesia. Dimulainya tahap lanjutan ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Pembangunan Tahap II dilakukan setelah Kementerian PU menuntaskan renovasi Sekolah Rakyat Tahap I. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II harus berjalan tepat waktu dan berkualitas.

“Setelah Sekolah Rakyat Tahap I selesai, kita langsung melanjutkan ke Tahap II. Target kita seluruh pembangunan rampung pada Juni 2026 sehingga dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru,” kata Dody.

Harus Mengedepankan Kualitas

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak boleh dikerjakan setengah-setengah. Seluruh proses harus mengedepankan kualitas, keselamatan, dan akuntabilitas, sebagaimana arahan Presiden Prabowo.

“Kita tidak boleh main-main. Sekolah yang dibangun harus kuat, aman, dan nyaman. Ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat membentuk masa depan anak-anak bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dody menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan instrumen strategis pemerintah dalam upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.

“Tugas ini sangat mulia. Kita mulai mengentaskan kemiskinan dari pendidikan. Semoga Sekolah Rakyat menjadi cahaya dan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan,” katanya.

Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi

Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi pada 102 kabupaten/kota di 32 provinsi. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 26,24 triliun, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Pembangunan dilakukan dengan skema multi years contract (MYC) guna menjamin mutu konstruksi dan keberlanjutan infrastruktur.

Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, menjelaskan bahwa seluruh Sekolah Rakyat Tahap II dirancang dengan standar teknis yang komprehensif.

“Pembangunan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses. Kami optimistis pada akhir Januari 2026 seluruh pekerjaan pondasi dapat diselesaikan,” ujar Bisma.

Setiap Sekolah Rakyat Tahap II direncanakan berdiri di atas lahan minimal 5 hektar dan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama siswa dan guru, dapur dan kantin, rumah ibadah, unit kesehatan sekolah, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau yang mendukung proses pembelajaran. (CHI)

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat Tahap I di Kalimantan Selatan

Oleh:

Share