PALEMBANG, LINTAS – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas transportasi publik dan mengurangi kemacetan di wilayah perkotaan, Kementerian Perhubungan resmi meluncurkan program layanan Buy The Service (BTS) di Kota Palembang pada Rabu (16/10/2024). Acara peresmian ini berlangsung di Terminal Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan.
Program BTS ini merupakan bagian dari inovasi pemerintah dalam menghadirkan transportasi umum yang lebih efisien dan modern. Pada koridor 1 yang menghubungkan Terminal Alang-Alang Lebar dengan Halte Integrasi Bawah Ampera, Kementerian Perhubungan menyesuaikan ukuran armada dengan kondisi lalu lintas dan lebar jalan di kota tersebut, yakni dengan menggunakan micro bus sebagai moda transportasi yang lebih lincah dan sesuai.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Tatan Rustandi, yang hadir mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Darat, menyatakan bahwa peluncuran layanan ini merupakan langkah penting dalam mengatasi berbagai masalah transportasi di Kota Palembang, termasuk kemacetan lalu lintas, tingginya angka kecelakaan, dan polusi udara.
“Dengan beroperasinya Transmusi versi micro bus, kita berharap dapat meredakan kepadatan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan dan kualitas udara. Ini merupakan bagian dari upaya modernisasi angkutan umum yang kami dorong,” ujar Tatan dalam sambutannya.
Program BTS sejalan dengan Pasal 158 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengharuskan pemerintah menyediakan layanan angkutan massal yang memadai. Kementerian Perhubungan, bersama Pemerintah Daerah, menerapkan strategi “push & pull” untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, dengan tujuan utama meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan.

Rute dan Armada Layanan BTS
Kasubdit Angkutan Orang Antar Kota, Irly Saritini, melaporkan bahwa saat ini layanan BTS di Kota Palembang melayani lima koridor utama, yaitu:
Terminal Alang-Alang Lebar – Halte Integrasi Bawah Ampera,
Terminal Sako – Palembang Icon,
Palembang Icon – Terminal Plaju,
Alang-Alang Lebar – Talang Jambe,
Tanjung Barangan – Stasiun LRT Bumi Sriwijaya.
Sebanyak 49 unit armada, termasuk lima unit cadangan, akan dioperasikan selama 16 jam per hari, dari pukul 05.00 hingga 21.00. Khusus untuk koridor 1, sebanyak 13 unit micro bus akan mulai beroperasi penuh pada 1 November 2024.
“Kami berharap dengan adanya micro bus, mobilitas dan kenyamanan layanan BTS di Palembang akan meningkat, serta memberikan stimulus bagi pemerintah kota untuk menyelenggarakan angkutan umum yang modern, aman, dan nyaman,” kata Irly.
Selain itu, Tatan Rustandi juga menekankan pentingnya perubahan paradigma masyarakat terhadap transportasi umum.

“Kami berkomitmen untuk menghilangkan stigma negatif tentang angkutan kota. Paradigma baru yang kami usung adalah pelayanan yang konsisten dan efektif. Artinya, armada akan beroperasi tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan atau tanpa penumpang, dan tentunya dengan standar pelayanan minimal yang telah diatur.” (CHI)
Baca Juga: Luncurkan BISKITA di Depok, Menhub Dorong Pemda Lanjutkan Program BTS































