Home Fitur Pindah ke IKN, Antara Dilema dan Antusiasme

Pindah ke IKN, Antara Dilema dan Antusiasme

Share

Meskipun peraturan presiden (perpres) tentang perpindahan Ibu Kota Negara belum diterbitkan, persiapan pemindahan aparatur sipil negara (ASN) terus dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB). 

Salah satu faktor pemindahan ASN ke IKN adalah ketersediaan hunian atau tempat tinggal.  

Disebutkan, ASN yang akan pindah ke IKN di setiap kementerian sudah ada daftarnya. Adapun September 2024 ini merupakan gelombang pertama ASN “boyongan” ke IKN. 

Bisa dimaklumi, jika ada ASN yang hari-hari menjelang pemindahan ini mereka dalam kegalauan. Pikiran mereka pasti sedang campur aduk, bisa jadi tidak keruan. Bagi jomblo mungkin sebagian tidak terlalu kepikiran. Namun, bagi yang sudah berkeluarga dan apalagi sudah memiliki anak kecil, ceritanya bisa berbeda. 

Pada umumnya, sebagian ASN yang sudah merasa betah di tempat sekarang, di kantor-kantor kementerian di Jakarta, dalam benak mereka sebenarnya ogah pindah. 

Penuturan seorang teman, yang istrinya bekerja di sebuah kementerian, terjadi dilema dalam diri istrinya. Karena punya anak balita, istrinya pun sudah mulai kepikiran, siapa nanti yang akan mengurus anaknya? Jika harus pindah, berarti dia harus berpisah dengan suaminya yang bekerja di sebuah kantor media massa di Jakarta.  

Sang suami pun tak kurang sedang berpikir keras untuk bisa menghadapi perpindahan ini. Jika ia harus ikut pindah ke IKN mengikuti sang istri, artinya dia akan berhenti dari tempat kerjanya sekarang. “Ini benar-benar buah simalakama. Tidak dimakan mati ayah, dimakan mati ibu. Jujur, saya masih ingin bekerja di Jakarta ini,” ujar si suami dengan tertawa getir. 

Kondisi seperti ini pasti juga dialami oleh ASN lain. Mungkin dengan kasus yang berbeda, ada saja sang ASN merasa berat untuk pindah ke IKN.  

Akan tetapi, perlu diingat, ASN adalah pegawai pemerintah yang “teken kontrak” dengan pemerintah bahwa siap ditempatkan di mana saja. Perlu segera mengatasi suasana hati sehingga mengambil perpindahan ini dengan hati yang bersuka. 

Sarana dan prasarana di IKN tentu akan terus digenjot pembangunannya. Mungkin tidak dalam waktu yang singkat, semua sarana tersebut akan selesai dan memang itu sebuah keniscayaan.  

Meskipun berbagai tempat hiburan, seperti mal, dan juga ketersediaan transportasi massal, masih belum memadai, para ASN mau tak mau dituntut untuk tetap bisa beradaptasi dengan melihat kondisi yang hijau karena IKN yang dipersiapkan menjadi kota pintar hutan atau forest-smart city.

Fasilitas Hunian 

Dari penjelasan Menteri PUPR sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono diketahui, hingga Agustus 2024, hunian ASN yang sudah diselesaikan oleh Kementerian PUPR sebanyak  14 menara (tower) dari 29 menara yang ditargetkan untuk ASN.  

Setiap menara tersedia 60 unit apartemen. Ini berarti tersedia 840 unit yang sudah siap huni. Jika setiap unit terdiri dari 3 kamar, artinya kini hunian ASN di IKN sudah bisa menampung 2.520 orang ASN. 

Dari keterangan Kementerian PAN-RB, untuk tahap pertama, ada 1.700 ASN akan segera mulai bekerja di IKN per September 2024. 

Penanaman pohon di Rumah Susun (Rusun) ASN 4 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan secara serentak diikuti seluruh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) di Indonesia. | Dok/KemenPUPR

Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya sudah memetakan skenario pemindahan ASN, termasuk seluruh kementerian lembaga nanti eselon I-nya siapa, eselon II-nya siapa.  

Baca Juga: Begini Fakta Unit Hunian ASN di IKN

Bahkan, kata Azwar, nama-nama ASN yang akan pindah lebih dulu sudah ada.  

Terkait kamar hunian ASN, Basuki menjelaskan, seperti dikutip CNN Indonesia, setiap unit apartemen yang dihuni ASN adalah seluas 98 meter persegi. Satu unit terdiri atas 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang keluarga, dan 1 ruang makan. 
 
“Apartemen tersebut telah dilengkapi oleh perabotan alias fully furnished sehingga siap untuk ditempati,” kata Basuki. 
 
Ia menjelaskan, menara hunian yang sudah fully furnished dan siap ditempati berjumlah 12 menara. 

Ilustrasi: ASN sedang galau. | Dok. Thinkstock


 
Dikatakan, ada skema khusus untuk penempatan hunian, di mana ASN yang masih singel kemungkinan akan berbagi hunian. Sementara yang berkeluarga akan mendapatkan satu unit. 

Sementara itu, Presiden Jokowi, akan mulai bekerja dari IKN awal September. Hal ini karena landasan pacu Bandara Nusantara sudah hampir selesai.  

Beberapa waktu lalu, landas pacu bandara tersebut sudah diuji coba dengan dilakukannya take-off dan landing pesawat. 

Bagian dari Sejarah

Dengan progres cepat pembangunan setiap infrastruktur menjadi angin segar bagi ASN yang akan mulai bekerja di IKN. Rasa bangga dan antusias pun pasti akan tumbuh, apalagi  perpindahan ini akan dicatat dalam sejarah bangsa ini. 

Lagi pula, para ASN tidak perlu repot lagi harus menyediakan berbagai perabot dalam hunian. Pemerintah sudah menyediakan seluruhnya.

Tidak hanya itu, juga diberikan tunjangan khusus bagi ASN yang akan pindah dan mulai bekerja di IKN.

Lalu, apakah Anda termasuk ASN yang galau atau bersukaria dengan pindah ke IKN?

Apa pun, selamat ya menempati kantor baru di IKN! (HRZ)

Baca Juga: Jokowi: ASN Siap Pindah ke IKN, 47 Tower Hunian Jadi Akhir November

Oleh:

Share