Home Berita Periode 2015-2023, Pemerintah Sudah Bangun 9,2 Juta Unit Hunian

Periode 2015-2023, Pemerintah Sudah Bangun 9,2 Juta Unit Hunian

Share

JAKARTA, LINTAS — Dalam dua periode masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo–melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat–telah merealisasikan pembangunan sebanyak 9.206.369 unit hunian. Diharapkan, target capaian program penyediaan hunian layak di Indonesia pada pemerintahan mendatang terus ditingkatkan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal itu pada acara malam puncak peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) tahun 2024 di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (27/8/2024) malam.

Hapernas diperingati setiap 25 Agustus sebagai pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk fokus menyediakan rumah untuk rakyat sesuai dengan harapan Bung Hatta pada Kongres Perumahan Rakyat Sehat tahun 1950.

Dikutip dari keterangan tertulis Kementerian PUPR, Basuki memaparkan selama 2015 hingga 2023, pihaknya telah merealisasikan anggaran APBN sebesar Rp 67,11 triliun.

“Anggaran APBN sebesar Rp 67,11 triliun digunakan untuk membangun 9.206.369 hunian, termasuk penyaluran rumah swadaya dengan memperbaiki rumah tidak layak huni,” kata Basuki.

Selain itu, kata Basuki, pemerintah juga menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berupa bantuan pembiayaan dari pemerintah untuk memiliki rumah.

“Karena itu, kita berharap ke depan program penyediaan perumahan rakyat harus terus dilaksanakan, bahkan target capaiannya ditingkatkan,” ujarnya.

Basuki mengingatkan, penyediaan hunian layak di Indonesia tidak hanya dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan rumah harus dilayani secara baik.

Baca Juga: Hingga April 2023, Program Sejuta Rumah Kementerian PUPR Capai 298.203 Unit

Dari keterangan yang diperoleh Majalahlintas.com, realisasi program penyediaan perumahan yang dilaksanakan oleh Diretorat Jenderal Perumahan Keenterian PUPR sejak 2015 hingga 2023 meliputi pembangunan rumah susun sebanyak 65.235 unit, pembangunan rumah khusus 37.516 unit, bantuan stimulan pembangunan rumah swadaya 1.432.278 unit, serta Bantuan Pembangunan PSU 220.665 unit.

Perumahan yang dibangun oleh Ditjen Perumahan. | Dok. Kementerian PUPR

Adapun dukungan pembiayaan juga diberikan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR pada 2015-2024 senilai Rp 146,21 triliun melalui program penyaluran FLPP sebanyak 1.119.063 unit, BP2BT sebanyak 30.422 unit, SSB sebanyak 805.511 unit serta SBUM sebanyak 1.529.585 unit.

Keterlibatan Semua Pihak

Menurut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, capaian pembangunan perumahan dengan jumlah yang cukup besar tersebut tidak lepas dari peran seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, pemerintah daerah, pelaku pembangunan/pengembang maupun CSR yang senantiasa berkontribusi dalam penyediaan rumah bagi masyarakat, baik MBR maupun nonMBR.

“Kementerian PUPR menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi seluruh stakeholder bidang perumahan. Semoga ke depan program perumahan berjalan dengan baik dan bersinergi dengan baik di lapangan,” kata Iwan Suprijanto.

Pada TA 2024, kata Iwan, Ditjen Perumahan melanjutkan pembangunan perumahan dengan penyerapan anggaran hingga 16 Agustus 2024 mencapai Rp 4,95 triliun. Untuk capaian fisiknya sebanyak 1.050 unit pembangunan rumah susun, rumah khusus 447 unit dari target 2.705 unit, Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Swadaya sejumlah 18.578 unit dari target 83.039 unit serta Bantuan Pembangunan PSU sejumlah 12.613 unit dari target 19.650 unit.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perumahan Rakyat periode 1988-1993 Siswono Yudo Husodo. (HRZ)

Baca Juga: Pemikiran dan Jasa Bapak Perumahan Indonesia Bung Hatta Terus Dikenang

Oleh:

Share