Jakarta, Lintas – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjajaki kemungkinan pemakaian teknologi dari Jerman untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Penjajakan itu dilakukan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menerima kunjungan para pengusaha asal Jerman di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (12/6/2023). Pertemuan ini difasilitasi Kamar Dagang Jerman-Indonesia (EKONID).
Menteri Basuki menyampaikan kemungkinan kerja sama pemanfaatan inovasi teknologi Jerman yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan untuk diimplementasikan dalam mendukung pembangunan IKN.
“Karena kondisi geo-nya sangat spesifik, kondisi tanah. Mungkin Anda memiliki teknologi yang dapat digunakan untuk mendukung kami. Kami juga harus tahu bahwa Anda memiliki ahli geotek. Dengan begitu kami dapat mendiskusikan secara detail,” kata Menteri Basuki dalam keterangan yang didapat Majalah Lintas.

Kerja sama yang sudah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Jerman sampai saat ini, yakni pembangunan infrastruktur sanitasi.
Hal ini berupa Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui Program Emission Reduction in Cities–Solid Waste Management (ERIC-SWM) yang tersebar di Kota Malang, Kota Jambi, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang.

Dikatakan Menteri Basuki, Kementerian PUPR sudah memulai pembangunan infrastruktur dasar di IKN sejak awal September 2022 lalu.
Pembangunan ini berupa jalan tol dan jalan nasional, penyediaan air baku, infrastruktur pengendali banjir. Termasuk rumah untuk pekerja konstruksi IKN, dan rumah dinas menteri.
Menteri Basuki juga menyampaikan pentingnya penggunaan komponen produk dalam negeri (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dalam pembangunan IKN untuk menjaga roda ekonomi nasional. (EDW)































