Home Berita Penumpang Naik 7 Persen, KAI Commuter Perkuat Layanan dan Infrastruktur

Penumpang Naik 7 Persen, KAI Commuter Perkuat Layanan dan Infrastruktur

Share

JAKARTA, LINTAS — KAI Commuter mencatat tren pertumbuhan positif sepanjang kuartal pertama 2026. Peningkatan jumlah pengguna, pembukaan stasiun baru, serta pengembangan infrastruktur menjadi fokus utama perusahaan dalam memperkuat ekosistem transportasi publik yang efisien dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa selama Januari–Maret 2026, Commuter Line Jabodetabek melayani 87.979.371 pengguna. Angka tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 82.114.334 pengguna.

“Setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di Jabodetabek mengandalkan Commuter Line untuk mobilitas harian mereka. Mulai dari pedagang pasar hingga pegawai perkantoran dari berbagai usia menjadikan moda ini sebagai pilihan utama,” kata Karina, Senin (20/4/2026).

Stasiun Baru Dorong Mobilitas Wilayah Penyangga

Peningkatan juga terlihat pada penggunaan sejumlah stasiun yang baru diaktifkan maupun mulai dioperasikan. Salah satunya Stasiun Pondok Rajeg yang sejak direaktivasi pada akhir 2024 kini menjadi simpul mobilitas baru di kawasan penyangga, khususnya lintas Cibinong–Nambo.

Stasiun Nambo, Kabupaten Bogor. |Dok/PT KAI Commuter

Pada kuartal pertama 2026, jumlah pengguna yang naik dari stasiun ini mencapai 131.996 orang, naik 46 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 90.405 orang.

Sementara itu, Stasiun Jatake di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang mulai melayani penumpang pada awal 2026 juga menunjukkan tren peningkatan. Rata-rata pengguna harian naik dari 938 orang pada Januari menjadi 1.183 orang per hari pada Maret 2026.

“Peningkatan ini menunjukkan masyarakat semakin mengandalkan transportasi publik terintegrasi untuk menghindari kemacetan,” ujar Karina.

Penguatan Infrastruktur dan Kapasitas Stasiun

Seiring pertumbuhan volume penumpang, KAI Commuter bersama KAI terus melakukan pengembangan infrastruktur. Salah satu proyek strategis dilakukan di Stasiun Bogor melalui perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 guna mengantisipasi kepadatan pengguna yang mencapai 98–100 ribu orang per hari.

Pengembangan tersebut juga mendukung operasional KRL rangkaian 12 kereta (SF12) agar pelayanan di stasiun dapat berjalan lebih optimal.

Transportasi Inklusif dan Pengembangan Ekosistem

Selain penguatan kapasitas, aspek inklusivitas turut menjadi perhatian. Di stasiun Cikini, KAI Commuter menghadirkan platform lift untuk memudahkan akses bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Fasilitas ini menjadi salah satu langkah menuju transportasi publik yang ramah bagi semua kalangan.

Di sisi lain, perusahaan juga mengembangkan ekosistem bisnis pendukung melalui brand lifestyle C-Merch serta layanan periklanan C-Advertising yang memanfaatkan sarana KRL sebagai media promosi.

“Capaian kuartal pertama ini menunjukkan transformasi berkelanjutan KAI Commuter. Kami tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah pengguna, tetapi juga membangun ekosistem perkeretaapian yang memberi manfaat bagi perekonomian dan masyarakat,” kara Karina. (CHI)

Baca Juga: Permen Asbuton Dikebut, Pemerintah Bidik Pangkas Impor Aspal 30 Persen

Oleh:

Share