JAKARTA, LINTAS — Kementerian Perhubungan menargetkan proses pengembangan MRT Jakarta koridor Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 dapat dimulai pada 2024.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal usai penandatanganan risalah pembahasan penilaian (Minutes of Discussion/MoD of Appraisal Mission) antara Pemerintah Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Kantor Kemenhub, Sabtu (11/11/2023).
“Kami menargetkan urusan administrasi ini dapat segera selesai sehingga proses pengembangan MRT Timur-Barat dapat segera dimulai pada tahun 2024,” tutur Risal, dalam keterangan Kemenhub.

MRT Jakarta koridor Timur-Barat akan terbentang sepanjang 84,1 km dari Balaraja, Tangerang, hingga Cikarang, Bekasi.
Baca juga: MRT Jakarta Luncurkan MyMRTJ, Dukung Gaya Hidup Urban
Dalam pengerjaannya, proyek ini akan terbagi menjadi 4 (empat) tahap pekerjaan. Dimulai Fase 1 Tahap 1 (Tomang-Medan Satria sepanjang 30,1 km).
Lalu, Fase 1 Tahap 2 (Kembangan-Tomang sepanjang 9,2 km), Fase 2 Timur (Medan Satria-Cikarang sepanjang 20,5 km) dan Fase 2 Barat (Kembangan-Balaraja sepanjang 29,9 km).
“MRT Jakarta koridor Timur-Barat ini akan terintegrasi dengan koridor Utara-Selatan dengan titik temu di Stasiun Thamrin yang saat ini sedang dibangun,” lanjut Risal.
MRT Jakarta Sesuai Rencana
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam kesempatan itu berharap proyek MRT koridor Timur-Barat ini dapat berjalan dengan baik dan dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dinikmati masyarakat.
Menhub menjelaskan, pembangunan transportasi massal MRT Jakarta sesuai dengan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, untuk meningkatkan jaringan transportasi massal dan jumlah penggunanya.
“Kita harus konsisten melaksanakan berbagai pembangunan transportasi massal perkotaan berbasis rel seperti MRT, LRT, dan KRL,” ujar Menhub.

Lebih lanjut, Menhub menyambut baik partisipasi aktif pihak Jepang untuk turut membangun infrastruktur transportasi massal di Indonesia.
“Selain soft loan, diperlukan skema pendanaan kreatif lainnya untuk memenuhi kebutuhan yang belum bisa terpenuhi,” kata Menhub.
“Saya berharap ke depannya akan lebih banyak kerja sama yang terjalin antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang di sektor perkeretaapian,” lanjut Menhub.
Pada tahap awal pembangunan, Fase 1 Tahap 1 dari MRT Jakarta koridor Timur-Barat akan memiliki 21 stasiun yang terdiri dari 8 stasiun bawah tanah dan 13 stasiun layang.
Pada tahap ini juga akan dibangun depot di kawasan Rorotan dengan jalur akses sepanjang 5,9 km. (CHI)
Baca juga: Ini Strategi MRT Jakarta Cegah Banjir di Area Stasiun























