Home Berita Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta hingga Gresik, Menteri Dody Bakal Libatkan Swasta

Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta hingga Gresik, Menteri Dody Bakal Libatkan Swasta

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan Giant Sea Wall (GSW). Proyek ambisius ini direncanakan membentang dari Jakarta hingga Gresik, Jawa Timur, dengan tujuan utama untuk melindungi kawasan pesisir yang berisiko tenggelam.

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (30/10/2024) kemarin, Dody mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi Jakarta yang semakin kritis.

“Kami diminta untuk lebih serius dan cepat membangun Giant Sea Wall, khususnya di area Jakarta-Bekasi sepanjang 20 hingga 30 kilometer,” jelasnya.

Proyek ini menjadi prioritas, mengingat bahwa penurunan muka tanah di Jakarta telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih parah jika tidak segera diatasi.

Meskipun proyek ini memiliki urgensi tinggi, Dody juga mencatat adanya keterbatasan anggaran di Kementerian PU. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membuka peluang kerja sama dengan perusahaan swasta untuk membantu pendanaan dan pelaksanaan proyek.

“Kami berharap pembangunan Giant Sea Wall di Jakarta bisa menjadi model untuk proyek serupa di Semarang dan Surabaya,” tambahnya.

Pembangunan GSW ini bukanlah isu baru. Sejak tahun 1994, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun rencana untuk mengatasi risiko tenggelamnya wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa jika proyek ini tidak segera dimulai, diperkirakan 40 persen lahan sawah di daerah tersebut dapat tenggelam, berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah berupaya untuk memperluas dukungan dari Asian Infrastructure and Investment Bank (AIIB) untuk proyek-proyek infrastruktur Indonesia, termasuk Giant Sea Wall.

Ini menunjukkan bahwa proyek ini mendapat perhatian serius tidak hanya dari pemerintah domestik, tetapi juga dari lembaga internasional.

Dengan dukungan yang semakin menguat, Dody berharap pembangunan GSW dapat dimulai secepat mungkin, menjadi perisai bagi masyarakat yang tinggal di pesisir dan menjaga ekosistem yang ada.

“Kami berkomitmen untuk melindungi wilayah pesisir kita dari ancaman abrasi dan penurunan tanah, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Dody.

Pembangunan Giant Sea Wall menjadi simbol harapan bagi banyak pihak dalam mengatasi masalah yang telah lama ada. Dengan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta, proyek ini diharapkan bukan hanya sekadar konstruksi fisik, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan dan kelangsungan hidup masyarakat pesisir. (GIT)

Baca Juga: Kementerian PU Tindak Lanjuti 108 Rekomendasi Hasil Temuan BPK di IKN

Share