JAKARTA, LINTAS — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian pembangunan 50 Sekolah Rakyat (SR) tahap IC pada akhir Agustus 2025. Hingga 4 Agustus, progres fisik konstruksi telah mencapai 60,93 persen.
Program SR adalah prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas. Ini khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kementerian PU berperan dalam pembangunan fisik sekolah, bekerja sama dengan Kementerian Sosial.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini bukan hanya tentang membangun ruang belajar, melainkan juga membangun masa depan anak-anak Indonesia,” kata Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa (5/8/2025), di Jakarta.
Menurut Dody, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025), Presiden menargetkan pembangunan 100 SR setiap tahun dengan jenjang dari sekolah dasar hingga menengah. Setiap sekolah mampu menampung 75–150 siswa.





Dari 167 lokasi calon sekolah rintisan yang diusulkan—122 dari Balai Latihan Kerja dan 45 dari pemerintah daerah—sebanyak 50 lokasi dinyatakan lolos verifikasi. Dari jumlah itu, 49 sekolah dibiayai oleh APBN dan satu sekolah menggunakan dana APBD.
Selain itu, terdapat 9 sekolah tambahan yang merupakan usulan baru, diseleksi dari 19 lokasi dan kini dalam tahap persiapan pembangunan.
Kegiatan pembangunan meliputi renovasi ringan dan sedang, termasuk pengecatan, perbaikan ruang belajar, asrama, dan instalasi listrik serta air. Meubelair juga disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar dan akomodasi siswa.
Tahapan teknis perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan konstruksi dimulai sejak Juni 2025. Targetnya, semua SR tahap IC dapat digunakan pada tahun ajaran 2025/2026.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan daerah, Dody menegaskan, SR menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas, sesuai visi Astacita. (HRZ)
Baca Juga: 63 Sekolah Rakyat Resmi Dibuka Serentak

























