JAKARTA, LINTAS — Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ditargetkan rampung akhir 2025. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur perdagangan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasar ini berlokasi di Jalan Satsuit Tubun, pusat kota Banyuwangi. Selama ini, pasar berperan penting sebagai pusat distribusi bahan pokok dan hasil pertanian, perkebunan, serta perikanan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, revitalisasi pasar rakyat adalah bagian dari visi Astacita dan Strategi PU608.
“Pasar rakyat harus bersih, modern, dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/8/2025).

Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 10.600 meter persegi. Terdapat dua bangunan utama, masing-masing dua lantai, dengan kapasitas 777 kios dan los. Pasar sisi utara memiliki 209 unit, sedangkan sisi selatan 568 unit.
Luas bangunan mencapai 15.872 meter persegi. Desain pasar mengusung konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang hemat energi, sirkulasi udara alami, dan ramah difabel.
Tiga Zona
Pasar dibagi menjadi tiga zona: basah, kering, dan kuliner. Lantai 1 untuk pedagang ikan, daging, dan sayur. Lantai 2 untuk kios pakaian, kelontong, serta pusat jajanan dan kuliner UMKM.
Fasilitas pasar meliputi area parkir 4.733 meter persegi yang menampung 336 kendaraan, tangga darurat, jalur difabel, dan lanskap terbuka.




Pekerjaan konstruksi dimulai Oktober 2024 oleh PT Lince Romauli Raya dengan anggaran APBN sebesar Rp152 miliar.
Selain menjadi pusat ekonomi, pasar juga dirancang sebagai destinasi wisata belanja. Desain menggabungkan arsitektur khas Osing dengan langgam kolonial Belanda.
Pasar yang dibangun sejak 1981 ini akan terkoneksi dengan koridor hijau sepanjang 2 kilometer dari Alun-Alun Blambangan ke Alun-Alun Sri Tanjung. Fasad depan dirancang sebagai area ritel dan wisata kuliner pejalan kaki.
Dengan revitalisasi ini, Pasar Induk Banyuwangi diharapkan menjadi ikon baru kota, sekaligus mendukung seni, budaya, dan pariwisata lokal, termasuk Banyuwangi Ethno Carnival. (HRZ)
Baca Juga: Selama 2018-2024 Kementerian PU Selesaikan Pembangunan 46 Pasar

























