JAKARTA, LINTAS – Kereta api semakin menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara untuk menjelajahi berbagai destinasi di Pulau Jawa. Sepanjang periode 2022 hingga Juli 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 664.068 wisatawan berkewarganegaraan asing (WNA) menggunakan layanan kereta api dengan keberangkatan dari wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, meningkatnya jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api menjadi bukti bahwa layanan KAI semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.
“Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang memilih kereta api menunjukkan bahwa transformasi pelayanan KAI semakin dirasakan hingga oleh masyarakat internasional. Kereta api kini bukan sekadar alat transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang menyenangkan selama berada di Indonesia,” ujar Franoto., Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, pada periode Januari hingga Juli 2026, jumlah pelanggan WNA tercatat mencapai 78.400 orang. Dari jumlah tersebut, Stasiun Gambir menjadi titik keberangkatan favorit dengan 50.067 pelanggan, atau sekitar 63,9 persen dari total pelanggan mancanegara.





Sementara itu, lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA terbanyak di wilayah Daop 1 Jakarta selama Januari–Juli 2026 meliputi:
- Stasiun Gambir: 50.067 pelanggan
- Stasiun Pasar Senen: 16.980 pelanggan
- Stasiun Bekasi: 2.891 pelanggan
- Stasiun Jatinegara: 2.791 pelanggan
- Stasiun Sukabumi: 1.412 pelanggan
Kelima stasiun tersebut melayani 74.141 pelanggan WNA, atau sekitar 94,6 persen dari total wisatawan asing yang menggunakan kereta api dari wilayah Daop 1 Jakarta.
Inovasi
Menurutnya, peningkatan kepercayaan tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi yang terus dilakukan KAI. Mulai dari hadirnya rangkaian New Generation, peningkatan kebersihan stasiun dan kereta, kemudahan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, hingga konsistensi menjaga ketepatan waktu perjalanan.
Selain layanan reguler, KAI juga menghadirkan berbagai layanan premium seperti Kereta Panoramic dan Kereta Luxury yang semakin diminati pelanggan.
Kereta Panoramic menawarkan pengalaman menikmati panorama alam melalui jendela berdimensi lebar, sehingga pelanggan dapat menikmati keindahan lanskap sepanjang perjalanan. Sementara Kereta Luxury menghadirkan kenyamanan lebih dengan kursi yang lebih luas, privasi yang lebih baik, serta berbagai fasilitas premium untuk menunjang perjalanan.
“Perjalanan menggunakan kereta api saat ini telah menjadi bagian dari destinasi wisata itu sendiri. Banyak wisatawan ingin menikmati pemandangan alam, suasana perjalanan, hingga kenyamanan layanan sejak berangkat dari stasiun hingga tiba di kota tujuan,” jelas Franoto.
Standar Pelayanan
Modernisasi layanan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan standar kebersihan dan pelayanan di seluruh area operasional. KAI secara konsisten menjaga kebersihan ruang tunggu, peron, kabin kereta, toilet, hingga berbagai fasilitas pelayanan pelanggan agar tetap nyaman digunakan.
“Kebersihan, keamanan, keramahan petugas, dan ketepatan waktu merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Wisatawan mancanegara yang memperoleh pengalaman positif selama menggunakan kereta api akan turut membawa citra baik Indonesia ketika kembali ke negaranya. Karena itu, pelayanan terbaik akan terus kami hadirkan,” tambahnya.
Data KAI juga menunjukkan tren penggunaan kereta api oleh wisatawan mancanegara terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 tercatat 89.913 pelanggan WNA, kemudian meningkat menjadi 151.396 pelanggan pada 2023, atau tumbuh sekitar 68,4 persen. Tren positif tersebut berlanjut pada 2024 dengan 169.837 pelanggan, dan kembali meningkat menjadi 174.522 pelanggan pada 2025.
Sementara itu, realisasi 78.400 pelanggan hingga Juli 2026 masih bersifat sementara karena belum mencakup perjalanan pada Agustus hingga Desember, sehingga jumlah pelanggan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir tahun.
Tingginya minat wisatawan asing menggunakan kereta api juga didukung kemudahan akses menuju berbagai destinasi. Sebagian besar stasiun berada di pusat kota dan terhubung dengan moda transportasi lanjutan, sehingga memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata, pusat bisnis, maupun penginapan.
KAI pun terus memperkuat konektivitas antarmoda sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi, modern, efisien, dan ramah lingkungan guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas sarana, prasarana, pelayanan, keamanan, kebersihan, serta ketepatan waktu perjalanan. Semakin banyak wisatawan mancanegara yang memilih kereta api, semakin besar pula kontribusi KAI dalam memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang memiliki transportasi publik modern, aman, dan nyaman,” kata Franoto.(CHI)
Baca Juga: Ada Zikir Kebangsaan di Monas, KAI Daop 1 Jakarta Alihkan Layanan 13 KA ke Jatinegara















