Home Berita MRT Jakarta Jalur Medan Satria-Tomang Didanai Jepang, Tomang-Kembangan Butuh Investor

MRT Jakarta Jalur Medan Satria-Tomang Didanai Jepang, Tomang-Kembangan Butuh Investor

Share

JAKARTA, LINTAS – Pembangunan MRT Jakarta akan berlanjut di fase 3 yakni Cikarang-Balaraja yang membentang sejauh 84,1 kilometer (km) dari Timur ke Barat.

Namun, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengungkapkan bahwa jalur yang baru hanya mendapat pendanaan untuk jalur awal pembangunan.

“Memang untuk East-West ini yang sudah fixed pendanaannya untuk batch 1 stage 1, jadi Medan Satria sampai Tomang itu didanai JICA co-financing sama ADB, jadi mereka berdua konsorsium untuk mendanai MRT,” Tuhiyat saat berbicara di Forum Jurnalis MRT Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Sedangkan untuk batch 1 stage 2 dari Tomang ke Kembangan sejauh 10 km, masih terbuka dan belum terikat siapapun dalam investasinya, termasuk Kembangan ke Balaraja maupun Medan Satria ke Cikarang.

“Namun demikian, untuk wilayah lain Cikarang-Medan Satria kita koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, jadi koordinasi gimana skema financing dan kita tawarkan ke investor. Tapi wilayah Jakarta yang masih open batch 1 untuk stage 2,” tutur dia.

Selama ini, MRT Jakarta hanya sebagai operator, sedangkan Pemprov DKI Jakarta yang menentukan pembiayaan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga ikut terlibat, yakni sebagai otoritas berwenang yang menentukan skema pembiayaan dan trust dalam pembiayaan di wilayah selain DKI Jakarta.

“Begitu wilayah Jakarta dibangun akan dilimpahkan juga keputusannya ke Pemprov DKI untuk wilayah Jakarta. Kalau luar Jakarta, Kemenhub berkoordinasi dengan provinsi setempat,” ujar Tuhiyat.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa hal seperti blue book dan green book ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas).

“Skema kelembagaannya lalu diputuskan Pemprov DKI sebagai implementing agency dan MRTJ sebagai sub implementasi dan dilanjutkan dengan diskusi JICA 11 November 2023 dan akhirnya komitmen pendanaan,” kata dia

Untuk tahun ini sedang persiapan menuju loan negotiation dan loan agreement dengan target pada April 2024 untuk proyek timur-barat.

Selanjutnya MRT Jakarta sebagai sub implementing bersama Pemprov DKI menyiapkan beberapa aspek termasuk penyiapan pembebasan tanah untuk penyiapan salah satu paket yang akan dilakukan groundbreaking.

Jajaran Direksi MRT Jakarta saat acara Forum Jurnalis MRT, Selasa (20/2/2024). |Lintas.Rochimawati

Adapun untuk pembangunannya, menurut Weni, kemungkinan dilaksanakan pada tahun ini.

“Karena ada beberapa paket pekerjaan, baik itu sipil maupun way system nantinya akan dilakukan bertahap,” ujar Weni. (CHI)

Baca Juga: Pemerintah Jepang Dukung Penuh Proyek MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban

Share