Dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak keluarga miskin, mulai dari SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional.
BEKASI, LINTAS — Hari pertama pelaksanaan program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 yang berlangsung pada Senin (14/8/2025), di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang menempati kawasan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi, Jawa Barat, diwarnai suasana haru dan gembira.
Tampak sulit bagi para orangtua dan para peserta didik menyembunyikan tangis haru dan bahagia mereka. Di antara mereka saling berpelukan dan tetesan air mata pun tak terbendung ketika harus berpisah dengan keluarga untuk tinggal di asrama Sekolah Rakyat.
Program Sekolah Rakyat ini dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) secara serentak di 63 lokasi di seluruh Indonesia. Sebanyak 6.130 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di berbagai jenjang pendidikan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya tentang membangun ruang belajar, tetapi juga membangun masa depan anak-anak Indonesia.
“Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat setiap tahunnya, dengan jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga menengah. Adapun kapasitas siswa per sekolah mencapai 75-150 siswa,” ujar Dody, Rabu (6/8/2025).
Menurut Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, selaku pejabat yang hadir memberikan sambutan dan pemaparan di hadapan para guru dan orangtua siswa di Aula STPL Bekasi, salah satu cara memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia adalah perbaiki sumber daya manusia (SDM)-nya melalui pendidikan yang baik.
“Jadi meskipun namanya Sekolah Rakyat, ini adalah sekolah dengan standar pendidikan yang memadai,” lanjut Juri, Senin (14/7/2025).
Kepala Sekolah Rakyat Pangudi Luhur Bekasi Lastri Fajarwati mengatakan, sekolahnya menampung 180 siswa lengkap dengan fasilitas asrama, dapur, ruang makan, ruang kelas, ruang komputer, hingga lapangan sepak bola. Sebanyak sembilan kelas telah disiapkan untuk 135 siswa perempuan dan 45 siswa laki-laki, di mana setiap kelasnya berisi 20 siswa.
Setiap kamar asrama sekolah dilengkapi dua ranjang susun untuk kapasitas empat orang. Asrama laki-laki dan perempuan dipisah. Selain asrama, ruang makan terbuka juga dipisah.
“Para siswa juga akan mendapatkan pelajaran vokasi dari 20 tenaga pengajar dari jenjang Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang ada di Sekolah Rakyat. Selain kegiatan belajar, jadwal pada pagi hari akan diisi aktivitas keagamaan dan dilanjutkan dengan kebersihan serta persiapan sekolah,” lanjut Lastri.

























