Home Berita Menuju Konstruksi Flyover Sitinjau Lauik I: HPSL dan Perbankan Selesaikan Pembiayaan Sindikasi

Menuju Konstruksi Flyover Sitinjau Lauik I: HPSL dan Perbankan Selesaikan Pembiayaan Sindikasi

Share

JAKARTA, LINTAS – Proyek Flyover Panorama I di Sitinjau Lauik akhirnya memasuki babak baru setelah PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) merampungkan penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Sindikasi pada 11 Desember di Jakarta.

Momentum ini mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang selama bertahun-tahun ditunggu masyarakat dan pelaku logistik di Sumatera Barat. Penandatanganan ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor perbankan dalam mewujudkan proyek strategis nasional.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, bersama jajaran Kementerian PU seperti Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga, Rakhman Taufik, serta Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, Oktaviano Dewo Satriyo Putro. Lembaga pembiayaan, bank nasional, serta manajemen PT Hutama Karya (Persero), PT Hutama Karya Infrastruktur, dan HPSL juga hadir untuk menyaksikan penandatanganan tersebut.

Sinergi Lembaga Keuangan

Direktur HPSL, Michael Arthur Paulus Rumenser, menandatangani perjanjian pembiayaan bersama berbagai pihak yang berperan sebagai agen maupun pemberi fasilitas pembiayaan.

Pihak yang terlibat meliputi PT Bank Negara Indonesia sebagai agen jaminan dan pemberi fasilitas, PT Bank Rakyat Indonesia sebagai agen fasilitas dan escrow, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Tabungan Negara, PT Bank Syariah Indonesia, serta Bank Nagari.

Kolaborasi ini membentuk struktur pembiayaan yang kuat untuk nilai investasi sekitar Rp 2,79 triliun. Kesepakatan tersebut membawa proyek ini semakin dekat menuju fase konstruksi yang ditargetkan berlangsung cepat dan terukur.

Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa proyek Flyover Panorama I bukan hanya pembangunan jalan baru, tetapi bagian dari upaya besar meningkatkan konektivitas wilayah Sumbar.

“Pembangunan Flyover Panorama I dengan nilai investasi sekitar Rp 2,79 triliun ini merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa flyover ini berperan penting menjaga kelancaran jaringan logistik dan mendukung pariwisata, terutama karena kondisi ekstrem Sitinjau Lauik selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan kemiringan curam.

Michael Arthur Paulus Rumenser menyampaikan bahwa struktur pembiayaan sindikasi ini menegaskan kesiapan seluruh pihak untuk bergerak ke tahap konstruksi. “Dengan struktur pembiayaan ini, HPSL memiliki landasan lebih kuat untuk memasuki fase konstruksi dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana,” jelasnya. (GIT)

Baca Juga: Diskon Tarif Tol Trans Jawa 20 Persen Jelang Nataru 2025/2026

Share