SEMARANG, LINTAS – Para wisudawan Politeknik Pekerjaan Umum diminta untuk menjadi pejuang infrastruktur yang kompeten. Hal itu disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Basuki Hadimuljono saat mengukuhkan 139 mahasiswa dalam acara wisuda Ke-2 Angkatan 2020 di Auditorium Kampus II Politeknik PU, Semarang Senin (18/9/2023).
“Kelulusan ini, terutama yang memperoleh predikat pujian, merupakan tanggung jawab besar. Buktikan saudara sekalian kompeten di lapangan, bukan hanya mampu secara teori,” kata Basuki dikutip dari siaran pers, Senin.
Baca Juga: Harapan Besar kepada 223 Mahasiswa Baru Politeknik PU, Calon SDM Konstruksi Unggulan
Menurut Menteri Basuki, para wisudawan ini merupakan duta Politeknik PU yang bertanggung jawab membuktikan kompetensinya agar Politeknik PU bisa menjadi politeknik unggulan yang dipercaya di industri konstruksi.

“Saya ingin saudara sekalian menjadi petarung pembangunan infrastruktur yang siap bertugas di seluruh wilayah Indonesia. Kalian semua harus menjadi pejuang infrastruktur yang kuat karena profesional di bidangnya. Berani karena berintegritas dan berjiwa seni karena mempunyai kemampuan berimprovisasi dan berinovasi,” ujarnya.
Predikat Pujian
Para wisudawan telah menempuh pendidikan selama 3 tahun di Politeknik PU, dengan program studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air terdiri dari 49 wisudawan. Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan sebanyak 46 wisudawan. Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung sebanyak 44 wisudawan. Sebanyak 75 orang atau 54 persen memperoleh Predikat Pujian (cum laude).
Direktur Politeknik PU Thomas Setiabudi Aden mengatakan, sebagai upaya dalam menciptakan SDM konstruksi yang unggul, Politeknik PU telah membekali para wisudawan dengan kurikulum pendidikan yang melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang terintegrasi dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 5.

“Standar kurikulum untuk Diploma 3 sebanyak 108 SKS. Namun, di Politeknik PU dibekali dengan 117 SKS. Sehingga peserta didik tidak hanya belajar pengetahuan dasar dan keterampilan umum, tetapi juga keterampilan khusus dan sikap,” tutur Thomas.
Selain itu, Politeknik PU juga menerbitkan sertifikat kompetensi bagi para wisudawan, di antaranya sebagai juru ukur, juru gambar, petugas keselamatan kerja konstruksi, dan pelaksana lapangan pekerjaan gedung- jalan-saluran irigasi.
“Para wisudawan juga telah dibekali dengan berbagai metode mutakhir yang digunakan di dunia konstruksi, seperti Building Information Modelling (BIM). Juga melalui masa magang di BUMN bidang konstruksi selama 6 bulan. Semua pembekalan tersebut dilakukan agar wisudawan dapat memenuhi kebutuhan industri konstruksi saat ini,” ujarnya. (HRZ)
Baca Juga: Wisuda IX STT Sapta Taruna, Timbul Parulian: Wisuda Bukan Berarti Berhenti Belajar

























