SEMARANG, LINTAS – Dalam upaya mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan Kaligawe, Semarang, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DIY tengah membangun sodetan sepanjang 227 meter yang menghubungkan Jalan Nasional Kaligawe menuju kolam retensi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch. Iqbal Tamher, saat diwawancarai Majalah Lintas di kantornya, Jumat (7/11/2025), menjelaskan bahwa pembangunan sodetan tersebut telah direncanakan sejak lama sebagai bagian dari penanganan banjir yang selama ini mengganggu akses di jalur nasional Semarang–Demak.
“Sodetan Kaligawe yang berada di kawasan Unissula itu memang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari. Panjangnya 227 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman sekitar 2,5 meter.
Fungsinya untuk membantu menurunkan muka air di jalan nasional Semarang–Demak, khususnya di daerah Kaligawe,” jelas Iqbal.
Selain pembangunan sodetan, BBPJN Jateng–DIY juga menyiapkan program peninggian jalan nasional sepanjang 1,12 kilometer dengan ketinggian satu meter. Namun, karena kondisi darurat akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya memutuskan untuk melakukan penanganan sementara melalui saluran tanah.
“Untuk permanennya nanti akan menggunakan sheet pile beton. Tapi karena sifatnya darurat, kita lakukan dulu sodetan sementara agar air bisa dialirkan ke kolam retensi Unissula,” tambahnya.
Iqbal menjelaskan bahwa sodetan tersebut sudah mulai berfungsi sejak Minggu, 2 November 2025, dan telah membantu menurunkan genangan air di wilayah Kaligawe, terutama di sekitar kampus Unissula. Air dari sodetan itu dialirkan secara gravitasi ke kolam retensi Unissula, lalu dipompa diteruskan ke kolam retensi Terboyo yang merupakan bagian dari proyek Tol Semarang–Demak Seksi 1.

“Pompanya sebagian dari kami dan ada bantuan dari Pusdataru serta BPBD. Ini kolaborasi bersama karena kawasan Unissula memang termasuk yang terdampak langsung,” ujar Iqbal.
Akan Dihibahkan
Lebih lanjut, Iqbal menambahkan bahwa setelah proyek permanen selesai, sodetan tersebut akan dihibahkan kepada pihak Unissula untuk dikelola dan dipelihara sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir kampus dan sekitarnya.
“Kawasan Unissula itu kan ada kampus, rumah sakit, dan fasilitas pendidikan lain yang terdampak banjir. Mereka juga sudah membangun beberapa kolam retensi atau folder untuk pengendalian banjir kawasan mereka. Jadi sodetan ini juga bagian dari sistem pengendalian banjir kawasan Unissula,” terangnya.
Iqbal menegaskan bahwa pembangunan sodetan ini merupakan langkah nyata BBPJN Jateng–DIY dalam mendukung upaya penanggulangan banjir di wilayah pesisir timur Semarang, sekaligus menjaga konektivitas jalur nasional Semarang–Demak agar tetap berfungsi optimal.
“Target penyelesaian permanennya Desember 2025. Sementara ini, kita pastikan saluran darurat sudah bekerja efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(PAH/MAL/ROY)
Baca Juga: Sinergi dan Jalan Baru Ekonomi Rakyat melalui Koperasi Merah Putih





