Home Berita Jalur Mudik Jateng-DIY 85 Persen Siap, 4 Posko Alat Berat Disiagakan

Jalur Mudik Jateng-DIY 85 Persen Siap, 4 Posko Alat Berat Disiagakan

Share

TUBAN, LINTAS – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional menghadapi arus Mudik Lebaran 2026. Hingga awal Maret, progres penanganan dan pemeliharaan jalan nasional telah mencapai sekitar 85 persen.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan seluruh jajaran akan terus mempercepat penyelesaian pekerjaan yang tersisa sekaligus memastikan aspek keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas.

“Secara umum progres sudah sekitar 85 persen. Untuk titik-titik yang belum sempat ditangani permanen, kami pastikan dipasang rambu dan penanda agar tetap aman dilalui,” ujar Iqbal, Minggu (1/3/2026), di sela-sela pemantauan Jalur Mudik Lebaran 2026.

Ia menegaskan, pemasangan rambu sementara menjadi langkah penting, terutama untuk melindungi pemudik pengguna kendaraan roda dua yang dinilai paling rentan terhadap kecelakaan fatal.

“Kendaraan roda dua ini kan paling rentan. Maka kalau ada titik yang belum tertangani maksimal, wajib diberi penanda supaya pengguna jalan lebih waspada,” katanya.

Empat Zona Posko dan Pusat Peralatan

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik sekaligus potensi bencana di musim hujan, BBPJN Jateng–DIY membagi wilayah kerja menjadi empat zona utama dengan posko siaga dan pusat peralatan berat.

Empat zona tersebut meliputi:

  • Pantura Barat berpusat di Pekalongan
  • Pantura Timur berpusat di Semarang
  • Wilayah Selatan berpusat di Yogyakarta
  • Wilayah Selatan-Barat berpusat di Purwokerto

Di setiap ruas jalan nasional telah didirikan posko pemantauan arus mudik dan arus balik. Sementara itu, peralatan berat seperti ekskavator dan dump truck disiagakan di empat Unit Pengelola Peralatan (UPP) sebagai pusat dukungan utama.

“Kalau terjadi bencana seperti banjir atau longsor, posko terdekat langsung bergerak. Untuk penanganan yang lebih besar, peralatan dari empat pusat itu akan mendukung,” jelas Iqbal.

Empat UPP tersebut berada di Pekalongan, Karangjati-Semarang, Yogyakarta, dan Guntung-Purwokerto. Seluruh satuan kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga dijadwalkan piket selama periode Lebaran.

“Semua satker dan PPK kita libatkan. Karena ini masih musim hujan dan potensi cuaca ekstrem masih ada,” tegasnya.

Waspada Banjir Pantura dan Longsor Jalur Tengah

Iqbal mengakui sejumlah titik rawan bencana tetap menjadi perhatian khusus. Di jalur Pantura, kawasan Pekalongan hingga Semarang–Demak masih berpotensi terdampak banjir.

Namun, ia menyebut kondisi Kali Gawe di Semarang kini relatif lebih terkendali berkat kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta peninggian badan jalan sekitar satu meter. Penanganan sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut juga mulai menunjukkan dampak positif.

“Tinggal pekerjaan rumah di wilayah Demak, khususnya Sayung. Tahun ini juga direncanakan ada pengendalian banjir di Sungai Bangun dan Sungai Sayung,” katanya.

Sementara itu, di jalur tengah seperti Banjarnegara dan Cilacap (termasuk wilayah Aramjenang), potensi longsor masih menjadi perhatian. Meski sebagian besar dampak terjadi di wilayah permukiman pedalaman, bukan langsung di badan jalan nasional, pihaknya tetap siaga penuh.

“Kasus longsor di Banjarnegara dan Cilacap kemarin juga kami dukung penanganannya. Prinsipnya, sesuai arahan Menteri, jika ada bencana, seluruh balai—baik balai jalan, balai sungai, maupun balai cipta karya—harus turun dan masuk membantu,” tegas Iqbal. (CHI)

Baca Juga: Menteri PU: Jalan Nasional di Jateng Wajib Ramah Pemudik Motor

Oleh:

Share