Home Berita BBWS Pemali Juana Percepat Penanganan Banjir Semarang

BBWS Pemali Juana Percepat Penanganan Banjir Semarang

Share

SEMARANG, LINTAS — Upaya penanganan banjir di Semarang terus ditingkatkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melalui strategi terpadu yang mencakup pengadaan pompa baru, peremajaan unit lama, normalisasi sungai, hingga pembangunan sodetan sebagai jalur percepatan aliran air.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir menyusul tingginya intensitas hujan dan kondisi topografi Semarang yang kompleks.

Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, mengatakan kepada Lintas, Senin (10/11/2025) bahwa banjir yang terjadi berulang di Kaligawe, Terboyo, hingga Sayung tidak dapat dilepaskan dari keterkaitan aliran Sungai Tenggang, Sungai Sringin, serta berbagai drainase primer dan sekunder yang saling terhubung.

Oleh sebab itu, strategi penanganan harus dilakukan secara komprehensif di seluruh lintasan air. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kapasitas rumah pompa di titik-titik kritis.Rumah Pompa Gubang Sari menjadi prioritas dengan rencana pemasangan enam pompa baru yang memiliki kapasitas total 6.000 liter per detik.

Di Sungai Sringin, lima pompa lama sedang diremajakan dengan kapasitas 2.000 liter per detik per unit sehingga total mencapai 10.000 liter per detik. Adapun di Sungai Tenggang, kapasitas pompa dirancang mencapai 12.000 liter per detik.

Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, Lintas/Roy Afriansyah.

Sudarto menegaskan bahwa sebagian pompa sudah mulai dioperasikan meski proses pengadaan belum rampung sepenuhnya. Hasilnya, beberapa kawasan yang biasanya tergenang mulai menunjukkan waktu surut yang lebih cepat.

“Ketika semua pompa terpasang, kemampuan penyedotan air akan meningkat signifikan dan memberikan dampak besar dalam mengurangi titik genangan, terutama saat cuaca ekstrem,” ujarnya.

Normalisasi Sungai Sayung

Selain penanganan cepat melalui pompa, BBWS Pemali Juana juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa normalisasi Sungai Sayung, yang dijadwalkan dimulai 2026. Normalisasi mencakup pengerukan sedimen, peninggian tebing, serta perbaikan alur sungai agar kapasitas tampung meningkat.

“Sedimen di Sayung sudah cukup tebal. Untuk menjaga elevasi muka air tetap stabil, normalisasi harus segera dilakukan,” jelas Sudarto.

Di Sungai Tenggang, normalisasi dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas pompa karena jalur ini menjadi pusat aliran air menuju laut.

Tantangan Penanganan

Menurut Sudarto, salah satu kendala teknis adalah kurangnya ruang di beberapa lokasi karena permukiman padat. Banyak saluran air tertutup bangunan sehingga tidak dapat berfungsi optimal. Selain itu, sampah dan sedimentasi turut menghambat kapasitas saluran.

PPK Operasi dan Pemeliharaan (OP) 3 BBWS Pemali Juana, Yogie Leksono (kiri). Lintas/Roy Afriansyah.

“Penanganan banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir. Jika permukiman tidak menjaga drainase internalnya, pengendalian di hilir tidak akan efektif,” terangnya.

BBWS juga mengimbau masyarakat untuk memiliki tampungan air hujan minimal dua meter kubik demi mengurangi limpasan saat hujan deras.

Pintu Darurat dan Mobile Pump

PPK Operasi dan Pemeliharaan (OP) 3 BBWS Pemali Juana, Yogie Leksono, menambahkan bahwa sistem pintu darurat juga dimanfaatkan untuk mempercepat aliran air ketika kondisi memungkinkan. Pintu darurat dibuka selama dua hingga tiga jam saat muka air laut lebih rendah dari elevasi banjir di dalam tanggul.

“Selebihnya, kami tetap mengandalkan pompa sebagai alat utama pengeringan,” jelas Yogie.

Ia juga memastikan bahwa penggantian pompa di Sungai Sringin dan Tenggang sudah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada November.

Selain pompa utama, BBWS juga menyiapkan mobile pump dan floating pump untuk memperkuat kapasitas penanganan ketika curah hujan tinggi.

Yogie mengakui bahwa kurangnya sosialisasi teknis menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

“Pompa bukan rusak, tetapi sedang dalam proses peremajaan. Minim informasi membuat situasi terlihat seolah-olah pompa gagal berfungsi,” ujarnya.

Ke depan, BBWS berkomitmen memperkuat penyampaian informasi agar masyarakat memahami proses teknis yang sedang berjalan.

Harapan Pengendalian Banjir Semakin Baik

Dengan peningkatan kapasitas pompa, normalisasi sungai, sodetan baru, serta koordinasi lintas-instansi yang semakin erat, Sudarto berharap banjir berkepanjangan seperti kejadian sebelumnya tidak kembali terulang.

“Semoga langkah-langkah ini bisa mempercepat pemulihan ketika hujan ekstrem terjadi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kerja pemerintah,” tuturnya. (MAL/PAH/ROY)

Baca Juga: Kemenhub Mulai Lakukan Rampcheck Armada Bus Jelang Nataru 2025/2026

Share