JAKARTA, LINTAS — Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mulai melakukan rampcheck atau inspeksi keselamatan armada bus langsung di pool operator.
Langkah ini menjadi fokus utama tahun ini untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Pada Kamis (13/11/2025), Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan meninjau langsung proses rampcheck di pool PO Rosalia Indah, Karanganyar, Jawa Tengah. Ia mengapresiasi komitmen perusahaan tersebut dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).
“Kalau sudah terjadi kecelakaan, reputasi perusahaan pasti terdampak dan penumpang dirugikan. Rosalia Indah telah mempraktikkan SMK PAU dengan baik, bukan hanya untuk memenuhi syarat administrasi. Ini contoh operator yang patuh dan taat,” ujar Aan dalam keterangan yang dikutip Jumat (14/11/2025).

Masih Ada Operator Abaikan Keselamatan
Ia menegaskan masih banyak operator yang mengabaikan aspek keselamatan demi mengejar keuntungan. Menurutnya, operator yang tidak mengutamakan keselamatan pada akhirnya akan ditinggalkan penumpang yang membutuhkan layanan aman dan nyaman.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan angkutan jelang puncak liburan akhir tahun.
“Kami ingin memastikan kendaraan yang dioperasikan laik jalan dan berkeselamatan, untuk meminimalkan fatalitas kecelakaan,” tambahnya.
Aan juga menyoroti pentingnya pre-inspection atau pemeriksaan kendaraan sebelum operasional sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Praktik tersebut diketahui telah rutin dilakukan PO Rosalia Indah.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, melaporkan hasil rampcheck terhadap 11 unit bus Rosalia Indah. Hasilnya, 7 unit dinyatakan laik operasi, sementara 4 unit lainnya digantikan dengan armada baru yang masih dalam proses kelengkapan dokumen.
Kompetensi SDM Pengemudi
“Ini bukti bahwa penerapan SMK PAU yang baik membuat perusahaan justru berkembang dan mampu menambah investasi armada baru,” ujar Yusuf.
Aan menambahkan bahwa kompetensi SDM pengemudi menjadi faktor penting lain dalam menjaga keselamatan.

“Rosalia Indah sudah konsisten meningkatkan kompetensi pengemudi melalui pembinaan rutin. Ini sangat penting untuk menjaga performa dan keselamatan,” katanya.
Edukasi Seluruh Kru
Direktur PO Rosalia Indah, FX Adimas Rosdian, menegaskan pihaknya tak hanya fokus pada kondisi armada, tetapi juga edukasi bagi seluruh kru.
“Selain inspeksi armada, kami rutin memberikan pengarahan dan pembinaan kepada awak bus. Terutama saat peak season, kami kumpulkan seluruh awak bus untuk pengarahan bersama Dishub dan kepolisian,” jelasnya.
Ditjen Perhubungan Darat berharap komitmen PO Rosalia Indah dapat menjadi inspirasi bagi operator bus lainnya untuk menempatkan keselamatan sebagai investasi utama dalam pengelolaan angkutan umum. (CHI)
Baca Juga: Pastikan Kapal Aman Saat Nataru 2025/2026, Kemenhub Lakukan Uji Petik di 15 Pelabuhan

























