JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan jumlah pengguna pada lintas Rangkasbitung dalam beberapa tahun terakhir, seiring peningkatan prasarana dan konektivitas antarmoda.
Penguatan layanan dimulai dari proyek elektrifikasi lintas Stasiun Tanah Abang–Stasiun Rangkasbitung yang kini telah mencapai 72,769 km jalur ganda. Proyek ini merupakan kolaborasi KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut pengembangan ini tidak hanya meningkatkan prasarana, tetapi juga kecepatan perjalanan KRL.
Elektrifikasi memungkinkan operasional rangkaian hingga 12 kereta (SF 12), naik dari sebelumnya 8–10 kereta per rangkaian. Dampaknya, kapasitas angkut meningkat, frekuensi perjalanan lebih rapat, dan waktu tunggu penumpang semakin singkat.
Data KAI menunjukkan jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung terus tumbuh:
2022: 43,3 juta pelanggan
2023: 62,0 juta pelanggan
2024: 69,9 juta pelanggan
2025: 77,5 juta pelanggan
Jan–Mar 2026: 20,1 juta pelanggan
Tren ini menegaskan peran lintas Rangkasbitung sebagai jalur vital mobilitas kawasan penyangga Jakarta yang terus berkembang.

Lintas Rangkasbitung–Merak Ikut Tumbuh
Pertumbuhan juga terjadi pada layanan KA lokal Rangkasbitung–Stasiun Merak. Jumlah pelanggan meningkat dari 3,6 juta pada 2023 menjadi 4,46 juta pada 2025, dan telah mencapai 1,13 juta pelanggan pada triwulan I 2026.
Lintas ini turut menghadirkan layanan Kereta Petani Pedagang yang pada awal 2026 telah melayani lebih dari 11 ribu pengguna. Layanan tersebut mendukung distribusi hasil pertanian serta aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil.
Menurut Anne, pengembangan berkelanjutan di koridor ini diharapkan membuka akses hunian baru, memperkuat kawasan industri, serta meningkatkan konektivitas wisata pesisir hingga lintas pulau.
Dari Tanah Abang ke Sumatera Hanya Rp 11.000
Saat ini masyarakat dapat menempuh perjalanan dari Tanah Abang menuju Merak dengan biaya sangat terjangkau:
KRL Tanah Abang–Rangkasbitung: Rp 8.000
KA Lokal Rangkasbitung–Merak: Rp 3.000
Dari Merak, perjalanan dapat dilanjutkan dengan kapal menuju Pelabuhan Bakauheni dengan tarif sekitar Rp 23.000 (reguler) hingga Rp 85.000 (ekspres). Setibanya di Lampung, perjalanan dapat dilanjutkan ke berbagai destinasi wisata pantai, kawasan pesisir, hingga wisata kuliner khas seperti seruit dan hidangan laut.
“KAI berharap konektivitas rel dan penyeberangan ini semakin memudahkan mobilitas masyarakat dari perkotaan hingga lintas pulau, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan baru yang lebih terintegrasi,” tutur Anne. (CHI)
Baca Juga: Layanan Air Bersih Nganjuk Ditingkatkan

























