JAKARTA, LINTAS – Pengelolaan sampah yang baik dengan metode 3R (reuse, reduce, recycle) berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan.
Hal itu dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) yang berada di Kawasan Kantor Pusat atau Kampus Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (16/8/2023).
“Pembangunan TPS3R ini bertujuan untuk meningkatkan sistem tata kelola sampah internal yang berada di lingkungan Kantor Pusat Kementerian PUPR. Dan menata kembali area tempat pembuangan sampah (TPS) dengan mengoptimalkan area yang tersedia. Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan kontribusi pada lingkungan yang semakin baik,” kata Basuki dikutip dari rilis yang diterima Lintas, Rabu.

“Termasuk sampah plastik yang perlu dikelola dengan cara-cara yang modern, sesuai konsep zero plastic waste dan ekonomi sirkuler,” tambah Basuki.
Maggot dan Kompos
Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, optimalisasi pengelolaan sampah organik di TPS3R ini menggunakan metode Black Soldier Flies untuk sampah sisa makanan dan metode Open Windrow untuk sampah kebun.
“Hasil dari metode Black Soldier Flies berupa maggot dapat dimanfaatkan untuk pakan (ternak). Sementara hasil dari metode Open Windrow berupa kompos padat yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman,” jelas Diana.

Baca Juga: Lalat Tentara Hitam Urai Sampah di “Rest Area” Jalan Tol Jagorawi
Untuk alur pengelolaan, setelah sampah terkumpul di TPS3R Kementerian PUPR, sampah akan dipilah dan diolah berdasarkan jenisnya. Untuk sampah anorganik diangkut ke RPM dan diolah kembali menjadi produk daur ulang. Sementara, sampah residu akan menjadi substitusi bahan bakar.
Kepala Bagian Prasarana Fisik, Biro Umum, Sekretariat Jenderal Eki Arsita menambahkan, salah satu aktivitas yang akan diterapkan dalam rangka meningkatkan pengelolaan sampah di lingkungan Kementerian PUPR, yaitu melalui kegiatan bank sampah.
“Setiap pegawai Kementerian PUPR yang menyetorkan sampah akan mendapatkan poin dan bisa ditukarkan menjadi saldo digital/ pulsa melalui aplikasi Waste4Change,” ujar Eki.

Penukaran Poin
Basuki tidak lupa memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan sampah tersebut. Menurut dia, ini akan meningkatkan kesadaran setiap insan PUPR dalam menjaga lingkungan. Termasuk sistem rewards berupa penukaran poin di bank sampah.
“Untuk drop point bank sampah itu nantinya bisa menggunakan Reverse Vending Machine yang biasanya untuk menukar botol plastik. Nanti ditukar dengan poin dan bisa dapat uang,” tandas Menteri Basuki.

Selain meresmikan TPS3R di Kawasan Kantor Pusat Kementerian PUPR, Menteri PUPR juga meninjau Taman Auditorium bernuansa budaya dengan miniatur Rumah Aceh hingga Papua yang merepresentasikan pembangunan Indonesia yang merata yang menjadi social space baru. (HRZ)
Baca Juga:
- Segera Dibangun, Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan di IKN
- Peduli Lingkungan lewat Bank Sampah Berbasis Digital
- Dua TPST di Bandung Ubah Sampah Jadi Energi Terbarukan
























