JAKARTA, LINTAS – Perjalanan kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi sempat mengalami gangguan setelah tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 52 KM 29+800, jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, pada Jumat (1/5/2026) pukul 02.52 WIB.
Insiden tersebut membuat rangkaian kereta harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna menjalani pemeriksaan kondisi sarana. Setelah pemeriksaan oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) memastikan rangkaian dalam kondisi aman, kereta kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 02.56 WIB.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. “Kami turut prihatin dan menyayangkan kejadian temperan di perlintasan ini,” ujarnya.
KAI kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api. Larangan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang menegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta, menaruh atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur kereta api selain untuk kepentingan angkutan kereta.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 4 Semarang menegaskan akan terus meningkatkan sosialisasi keselamatan, baik secara internal maupun kepada masyarakat, guna menekan angka kecelakaan di perlintasan dan sepanjang jalur kereta API. (CHI)
Baca Juga: Reshuffle Kementerian PU! 7 Pejabat Eselon I Resmi Dilantik
























