Transjabodetabek menjadi angkutan penghubung warga masyarakat di wilayah penyangga Ibukota Jakarta, yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).
Layanan Transjabodetabek merupakan angkutan umum berbentuk bus, pengembangan dari Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (Transjakarta) yang dulu dikenal dengan APTB.
APTB yang telah dihapus sejak 1 Juni 2016 juga melayani kebutuhan transportasi masyarakat daerah penyangga Ibukota menuju wilayah DKI Jakarta dan sebaliknya (pp).
Menurut media sosial BPTJ, Transjabodetabek dibagi menjadi dua yakni Reguler dan Premium.
Transjabodetabek Reguler merupakan angkutan umum berjadwal yang menghubungkan simpul transportasi di wilayah Bodetabek dengan pusat kota dan sebaliknya.
Sedangkan Transjabodetabek Premium atau juga dikenal sebagai JR Connexion (Jabodetabek Residence Connection) menghubungkan kawasan permukiman di Bodetabek ke pusat kota yang memiliki pelayanan di atas Transjabodetabek Reguler.

Peran BPTJ dalam Transjabodetabek
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sangat berperan dalam memberikan izin trayek Transjabodetabek.
Sejak tahun 2017 sampai 2023, BPTJ telah mengeluarkan izin sebanyak 106 trayek Transjabodetabek Reguler dan Transjabodetabek Premium.
Adapun jumlah rute dan armada Transjabodetabek sebagai berikut:
Jakarta: 2 rute dan 22 unit
Bogor: 37 rute dan 254 unit
Tangerang Selatan: 13 rute dan 148 unit
Bekasi: 24 rute dan 253 unit
Depok: 6 rute dan 70 unit
Tangerang: 24 rute dan 304 unit
(EDW)
Baca Juga: Transjakarta Jadi Operator JRC di 6 Perumahan Bodetabek
























