Home Berita Libur Imlek 2026, Volume Kendaraan Tol Transjawa Diprediksi Naik 12 Persen

Libur Imlek 2026, Volume Kendaraan Tol Transjawa Diprediksi Naik 12 Persen

Share

JAKARTA, LINTAS – PT Jasamarga Transjawa Tol memastikan kesiapan layanan operasional secara menyeluruh dalam menghadapi periode libur panjang Tahun Baru Imlek yang diperkirakan mendorong peningkatan mobilitas masyarakat di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Jawa.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan bahwa momen libur panjang seperti Imlek umumnya diikuti peningkatan aktivitas perjalanan, baik untuk wisata, silaturahmi keluarga, maupun perjalanan antarkota.

“JTT melakukan penguatan kesiapan operasional secara menyeluruh untuk memastikan layanan jalan tol tetap optimal selama periode long weekend Imlek. Kesiapan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan di tengah dinamika mobilitas masyarakat yang meningkat,” ujar Ria dikutip Sabtu (14/2/206).

Proyeksi Lonjakan Kendaraan

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi lalu lintas, JTT memproyeksikan peningkatan volume kendaraan signifikan selama periode libur Imlek. Kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama diperkirakan mencapai 324.702 kendaraan atau meningkat sekitar 12,3 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 289.085 kendaraan.

Jalan tol. Dok/PT Jasa Marga

Lonjakan arus lalu lintas juga diperkirakan terjadi di sejumlah ruas utama Trans Jawa yang menjadi jalur favorit masyarakat menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ria menambahkan, untuk menjaga kelancaran perjalanan, JTT mengoptimalkan seluruh gardu transaksi serta menyiagakan petugas tambahan di gerbang tol yang berpotensi mengalami kepadatan.

“Armada layanan operasional seperti Mobile Customer Service, kendaraan derek, rescue, dan patroli lalu lintas juga disiagakan selama 24 jam,” ujarnya.

Selain itu, pemeliharaan jalan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui inspeksi rutin dan penanganan preventif di segmen-segmen prioritas guna memastikan kondisi jalan tetap laik fungsi dan aman dilintasi pengguna.

Kesiapan Rest Area

Selain itu, sambung Ria, dalam rangka meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, JTT memastikan kesiapan fasilitas rest area di seluruh ruas Trans Jawa, khususnya pada jalur dengan potensi lonjakan kendaraan. Optimalisasi dilakukan pada fasilitas parkir, toilet, tempat ibadah, hingga area komersial.

“Koordinasi dengan pengelola rest area juga diperkuat untuk memastikan ketersediaan layanan dasar serta pengaturan lalu lintas internal guna menghindari kepadatan di dalam area istirahat” kata Ria.

Sedangkan dalam menghadapi potensi peningkatan lalu lintas, JTT turut memperkuat sinergi dengan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, serta badan usaha jalan tol lainnya guna memastikan pengelolaan arus kendaraan berjalan terintegrasi di jaringan Trans Jawa.

“Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan, kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal di rest area dan pastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol,” tuturnya. (CHI)

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026 KRL Jabodetabek Dicek Total, Ini Hasilnya

Oleh:

Share