JAKARTA, LINTAS – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memproyeksikan pergerakan penumpang pesawat selama periode angkutan Lebaran 2026 mencapai 9,03 juta penumpang di seluruh bandara yang dikelolanya. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan peningkatan juga diperkirakan terjadi pada jumlah penerbangan. Pada musim mudik tahun ini, pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 63.553 penerbangan, naik 3,24 persen dibandingkan 61.556 penerbangan pada Lebaran tahun lalu.
Menurut Pahlevi, lonjakan aktivitas penerbangan pada periode mudik merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun sehingga berbagai langkah antisipasi telah disiapkan bersama para pemangku kepentingan di sektor penerbangan.
“Angkutan Lebaran merupakan periode tersibuk di sepanjang tahun. Oleh karena itu, InJourney Airports bersama stakeholders berupaya memastikan ketersediaan kapasitas angkutan udara bagi pemudik dengan menyiagakan bandara untuk beroperasi 24 jam menyesuaikan kebutuhan maskapai penerbangan, termasuk mengakomodir penerbangan tambahan (extra flight),” ujar Pahlevi.

Lima Bandara Tersibuk
Dari total proyeksi pergerakan tersebut, dua bandara dengan trafik tertinggi diperkirakan masih didominasi oleh Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan melayani sekitar 3,01 juta penumpang, sedangkan Bandara I Gusti Ngurah Rai diperkirakan melayani 1,13 juta penumpang selama periode angkutan Lebaran.
Selain kedua bandara tersebut, tiga bandara lain yang juga diperkirakan menjadi yang tersibuk adalah Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Kualanamu Deli Serdang.
Posko Angkutan Lebaran Dibuka 18 Hari
Untuk memastikan kelancaran operasional dan pelayanan di tengah lonjakan penumpang, seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports akan mengaktifkan Posko Terpadu Monitoring Data selama periode 13–30 Maret 2026.
Pahlevi menjelaskan posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi antar-stakeholder di bandara sekaligus tempat pengolahan data operasional selama masa angkutan Lebaran.
“Posko diaktifkan selama 18 hari sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan memudahkan koordinasi di antara stakeholders bandara. Posko ini akan mengolah data dan laporan untuk menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, memastikan kelancaran operasional dan pelayanan bandara, serta kelancaran penerbangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada periode sibuk ini InJourney Airports berkomitmen mewujudkan angkutan Lebaran yang aman, selamat, dan nyaman melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dengan semangat “Bersama Raih Kemenangan, Jaga Keselamatan.”
Hadirkan Nuansa Ramadan di Bandara
Selain memastikan kelancaran operasional, InJourney Airports juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan pengalaman penumpang selama berada di bandara.
Sejumlah kegiatan yang akan dihadirkan di antaranya parade bedug khas Ramadan, live music bernuansa Ramadan, pembagian takjil, hampers Lebaran, serta pemberian makanan ringan sebagai bentuk layanan tambahan apabila terjadi keterlambatan penerbangan maupun proses penanganan bagasi.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menambahkan, bandara tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi masyarakat yang akan mudik.
“Di samping program aktivasi, InJourney Airports juga menyiapkan desain tematik untuk menghadirkan hangatnya nuansa Ramadan di bandara. Kami berharap perjalanan mudik tahun ini dapat lebih berkesan,” kata Achmad Syahir dalam acara Media Gathering, Rabu (11/3/2026).
Sebagai bagian dari program tersebut, Bandara Soekarno-Hatta menghadirkan focal point di Terminal 3 berupa instalasi kubah berukuran 9 x 9 meter yang berdiri di area seluas 12 x 21 meter. Instalasi ini memadukan motif batik Nusantara dengan sentuhan arsitektur Timur Tengah.
Di dalam area tersebut juga terdapat tanaman hidup, panggung aktivasi, serta dekorasi lentera yang memperkuat nuansa Ramadan bagi para penumpang.
Sementara itu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menambahkan ornamen bernuansa Ramadan pada focal point ikonik tulisan “Bali”, sedangkan bandara-bandara lain juga menghadirkan desain tematik khas yang menyesuaikan karakter masing-masing daerah. (CHI)
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, InJourney Siagakan 16.000 Personel di Bandara Layani 9 Juta Penumpang































