JAKARTA, LINTAS – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyiapkan sekitar 16.000 personel untuk melayani lonjakan penumpang selama periode arus mudik Lebaran 2026 di bandara-bandara yang mereka kelola.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan jumlah tersebut disiapkan untuk mengakomodasi sekitar 9 juta pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelola oleh InJourney Airports di seluruh Indonesia selama masa angkutan Lebaran.
“Selama periode Lebaran ini kami memperkirakan ada sekitar 9 juta trafik penumpang. Angka ini meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Maya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (11/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, InJourney menambah sekitar 3.000 personel sehingga total petugas yang disiagakan selama masa posko Lebaran mencapai hampir 16.000 orang. Personel tersebut terdiri dari petugas operasional bandara hingga tenaga engineering yang mendukung layanan aviasi.
“Kami menambah sekitar 3.000 personel yang akan bersiaga 24 jam di seluruh bandara selama periode posko Lebaran. Secara total ada hampir 16.000 personel dari airport dan aviation service yang siap melayani penumpang,” kata Maya.
Beroperasi 24 Jam
Ia menjelaskan seluruh bandara yang dikelola InJourney akan beroperasi selama 24 jam selama periode mudik Lebaran. Namun, terdapat pengecualian untuk bandara di Bali yang akan tutup sementara saat perayaan Hari Raya Nyepi, mengikuti kebijakan yang berlaku di wilayah tersebut.
Selain kesiapan personel, InJourney juga mengantisipasi potensi gangguan operasional penerbangan yang dapat terjadi akibat dinamika geopolitik global. Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut sempat memicu keterlambatan hingga pembatalan sejumlah penerbangan di berbagai wilayah.
“Dengan kondisi geopolitik yang terjadi saat ini, tentu kami juga harus mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti delay atau pembatalan penerbangan. Namun kami berkomitmen untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada penumpang,” ujar Maya.
Maya menambahkan kesiapan menghadapi arus mudik tidak hanya dilakukan oleh pengelola bandara, tetapi juga melibatkan seluruh ekosistem dalam holding InJourney, mulai dari sektor aviasi hingga pariwisata.
“Kami menyebutnya gotong royong dalam ekosistem. Dari hulu hingga hilir tidak mungkin berjalan tanpa kolaborasi semua pihak di dalam ekosistem aviasi dan pariwisata,” katanya.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan selama Ramadan dan musim mudik, InJourney juga menghadirkan nuansa Ramadan di sejumlah bandara, termasuk di Bandara Soekarno-Hatta, guna memberikan kenyamanan tambahan bagi para penumpang yang melakukan perjalanan.
Sektor Aviasi
Di sisi lain, Maya menekankan bahwa sektor aviasi dan pariwisata memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Menurutnya, setiap tambahan satu juta wisatawan mancanegara dapat memberikan kontribusi sekitar Rp 40 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Artinya kalau ada tambahan 10 juta penumpang internasional, potensi kontribusinya bisa mencapai sekitar Rp400 triliun terhadap ekonomi nasional. Karena itu sektor aviasi dan pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat pelayanan menjadi prinsip utama dalam pengelolaan bandara dan destinasi wisata di bawah InJourney.
“Spirit yang kami pegang adalah melayani sepenuh hati. Baik di bandara maupun destinasi wisata yang kami kelola, semangatnya sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Maya. (CHI)
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026, Operasional Truk Dibatasi di Tol Trans Sumatera































