Home Berita Kerusakan Akibat Demo, MRT Jakarta Rogoh Rp 5 Miliar untuk Perbaikan

Kerusakan Akibat Demo, MRT Jakarta Rogoh Rp 5 Miliar untuk Perbaikan

Share

JAKARTA, LINTAS — PT MRT Jakarta (Perseroda) mengeluarkan biaya hingga Rp 5 miliar untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak akibat demonstrasi di sekitar Polda Metro Jaya yang meluas hingga area Stasiun MRT Istora Mandiri, Senayan, pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Mega Indahwati Natangsa Tarigan, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara karena proses perbaikan belum sepenuhnya selesai. Sejumlah fasilitas, termasuk elevator, masih dalam tahap evaluasi untuk mengetahui tingkat kerusakannya.

“Perbaikan masih terus berlangsung. Kerusakan paling parah terjadi pada bagian elevator yang komponennya cukup kompleks, sehingga belum bisa diestimasi secara pasti. Namun jika seluruh perbaikan selesai, total biayanya bisa mencapai sekitar Rp5 miliar,” ujar Mega saat Forum Jurnalis di Wisma Nusantara, Rabu (8/10/2025).

Dari total tersebut, lanjut Mega, sekitar Rp 3,8 miliar telah terserap untuk proses perbaikan fasilitas yang saat ini sedang berjalan. Kendati demikian, nilai tersebut belum final karena masih ada beberapa komponen yang menunggu suku cadang dan penilaian lebih lanjut.

“Berdasarkan yang sudah berproses sekarang, sekitar Rp3,8 miliar sudah digunakan, tapi itu pun belum final,” jelasnya.

Aksi Massa

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengungkapkan bahwa dari 13 stasiun MRT Jakarta, hanya Stasiun Istora Mandiri yang terdampak aksi massa.

Kerusakan terparah terjadi di area entrance, meliputi kaca pecah, aksi vandalisme di dalam stasiun, perusakan kamera pengawas (CCTV), hingga penjarahan terhadap beberapa mesin penjual otomatis (vending machine).

“Kerusakan utama ada di area entrance. CCTV yang menghadap ke jalan maupun di concourse juga dirusak. Beberapa vending machine dijarah, meski tidak semua. Sementara itu, para tenant sejauh ini tidak melaporkan adanya kerusakan maupun penjarahan,” tutur Ahmad Pratomo saat ditemui di Stasiun Istora Mandiri, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga: KA Cut Meutia, Simbol Kebangkitan Kereta Api di Tanah Rencong

Mega menambahkan, MRT Jakarta saat ini terus melakukan proses perbaikan secara bertahap agar seluruh fasilitas publik dapat kembali beroperasi optimal dan memberikan kenyamanan bagi pengguna layanan transportasi massal tersebut. (CHI)

Oleh:

Share