JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter per detik di Kabupaten Aceh Utara.
Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan keandalan layanan air bersih sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar di wilayah rawan bencana di Provinsi Aceh.
Usulan pembangunan SPAM baru tersebut ditujukan untuk mendukung sistem SPAM Langkahan eksisting yang saat ini telah melampaui kapasitas optimal pelayanan. Selain menambah kapasitas, proyek ini juga dirancang untuk meningkatkan ketangguhan layanan air minum terhadap dampak bencana, khususnya banjir.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemulihan layanan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat pascabencana.
“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mendukung pemulihan kesehatan dan lingkungan,” kata Dody dalam keterangan yang dikutip Minggu (4/1/2026).
Kelebihan Kapasitas
Saat ini, SPAM Langkahan eksisting di Kabupaten Aceh Utara memiliki kapasitas 20 liter per detik dan telah beroperasi sejak 2014. Instalasi tersebut berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, dengan sumber air baku dari Sungai Krueng Jambo Aye. Sistem ini melayani Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan jumlah pelanggan aktif sekitar 3.600 sambungan rumah (SR).



Namun, hasil identifikasi teknis menunjukkan bahwa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Langkahan telah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity). Kondisi ini diperparah oleh perubahan morfologi sungai akibat sedimentasi serta kejadian banjir yang menyebabkan pendangkalan pipa sadap dan gangguan pada bangunan intake.
Dalam beberapa kejadian banjir di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya, sektor air minum menjadi salah satu infrastruktur yang paling terdampak, baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas layanan. Hal tersebut menjadikan peningkatan kapasitas dan keandalan SPAM sebagai kebutuhan mendesak.
Pembangunan SPAM IKK Langkahan baru tidak hanya berfungsi sebagai penambah kapasitas, tetapi juga dirancang sebagai tulang punggung (backbone) sistem air minum yang lebih tangguh terhadap risiko bencana, khususnya banjir yang berpotensi mengubah alur sungai.
Bendungan Jambo Aye
SPAM baru ini direncanakan berlokasi di kawasan Bendungan Jambo Aye dengan kapasitas 50 liter per detik. Sumber air baku di kawasan ini dinilai lebih stabil dan terlindungi karena berada pada infrastruktur sumber daya air yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Lokasi tersebut juga relatif lebih aman dari gangguan sedimentasi ekstrem dan fluktuasi debit akibat bencana hidrometeorologi.
Jarak SPAM IKK Langkahan baru dengan IPA Langkahan eksisting sekitar 13,7 kilometer, sehingga memungkinkan integrasi sistem serta penguatan jaringan distribusi air minum regional.
Lingkup pembangunan SPAM IKK Langkahan meliputi pembangunan IPA baja berkapasitas 50 liter per detik, bangunan intake air baku, pipa transmisi air baku dan pipa distribusi utama, reservoir beton berkapasitas 600 meter kubik, rumah pompa, rumah genset, rumah bahan kimia, bangunan kantor, bangunan SDB, serta booster untuk menjaga tekanan distribusi.
Skema distribusi dirancang untuk memperkuat layanan air minum di Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye, sekaligus membuka peluang perluasan layanan ke wilayah sekitar yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Investasi Rp 48,17 Miliar
Berdasarkan dokumen perencanaan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, total nilai investasi pembangunan SPAM IKK Langkahan mencapai Rp48,17 miliar. Penyusunan dokumen perencanaan telah dialokasikan pada Tahun Anggaran 2025, sementara pelaksanaan konstruksi direncanakan dimulai pada awal Tahun Anggaran 2026.
Pengelolaan SPAM tersebut nantinya tetap dilaksanakan oleh Perumda Tirta Mon Pase, badan usaha milik daerah (BUMD) air minum Kabupaten Aceh Utara yang saat ini berstatus kinerja sehat.
“Melalui pembangunan SPAM IKK Langkahan baru ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan layanan air minum yang aman, andal, dan berkelanjutan,” sambug Dody.
Menurutnya, Infrastruktur air minum yang tangguh diharapkan dapat menjadi penopang utama kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. (*/CHI)





