JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengerahkan 10 unit pompa untuk membantu mengatasi kekurangan air di 300 hektare sawah di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Pompa berkapasitas 5,5 HP tersebut masing-masing memiliki debit sekitar 10–18 liter per detik. Pompa mengambil air dari Saluran Pembuang (SP) Wadas setelah dilakukan pembuatan dam parit untuk meninggikan muka air, kemudian mengalirkannya ke lahan pertanian melalui jaringan irigasi tanah sepanjang 1.387,48 meter.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air menjadi kebutuhan penting yang harus dijaga, terutama saat sejumlah wilayah menghadapi kekeringan.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody dikutip Kamis (24/9/2026).


Pompanisasi
Ketua Kelompok Tani Sekar Mulya, Marzuki, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU melalui BBWS Citarum atas penanganan kekeringan tersebut.
Menurutnya, pasokan air dari pompanisasi membantu memenuhi kebutuhan air sawah, terutama karena lahan pertanian saat ini memasuki masa tanam.
Selain pompanisasi, BBWS Citarum melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi. Salah satunya melalui Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi Sekunder Daerah Irigasi (D.I.) Jatiluhur di Saluran Sekunder (SS) Sasak, Desa Kutamakmur, Kecamatan Kutawaluya.
Normalisasi saluran dimulai pada 11 September 2026 dengan pekerjaan berupa penggalian tanah dan pembersihan rumput liar, gulma, eceng gondok, serta sampah yang menghambat aliran air. Pekerjaan menggunakan excavator dengan target normalisasi sepanjang 3.200 meter.
Jaringan tersebut melayani sekitar 244 hektar lahan pertanian di Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Pedes, dan Cilebar.
Menjaga Fungsi Jaringan Irigasi
Perbaikan dan normalisasi dilakukan untuk menjaga fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung penambahan debit air dan memperluas jangkauan pemompaan sesuai kondisi lapangan.
Karawang merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Barat dan turut menopang pasokan beras untuk masyarakat, termasuk wilayah Jabodetabek.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas pertanian ketika kekeringan mulai berdampak pada sawah.
Untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan, BBWS Citarum membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun penanganan terkait kekeringan, kebutuhan air, dan persoalan infrastruktur sumber daya air.
Masyarakat dapat menghubungi hotline BBWS Citarum di 0821-2117-5600 atau Posko Bencana Kekeringan di 0852-1800-5600. Layanan juga tersedia melalui Kanal Pelaporan Bencana Kementerian PU di Call Center 158 ext 4 dan WhatsApp Center 0815-1000-0158.(CHI)












