Home Berita IPAL Modern JSDP Zona 1 Dibangun di Pluit, Layani 220 Ribu Sambungan Rumah

IPAL Modern JSDP Zona 1 Dibangun di Pluit, Layani 220 Ribu Sambungan Rumah

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern berkapasitas 240.000 meter kubik per hari di kawasan Pluit, Jakarta Utara, melalui proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1.

Fasilitas tersebut direncanakan melayani sekitar 220.000 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di delapan kecamatan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Pembangunan JSDP Zona 1 merupakan bagian dari pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat untuk meningkatkan layanan sanitasi perkotaan.

Proyek ini mengintegrasikan jaringan perpipaan air limbah dengan fasilitas pengolahan modern agar limbah domestik dapat diolah sebelum dialirkan kembali ke lingkungan sesuai baku mutu yang berlaku.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan sistem pengolahan air limbah terpusat tidak hanya mencakup jaringan pipa dan instalasi pengolahan, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Pembangunan sistem air limbah terpusat bukan hanya membangun pipa dan instalasi, tetapi menghadirkan peradaban baru. Infrastruktur sanitasi modern akan menjamin lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat,” kata Dody dikutip Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Majalengka Kirim 2,4 Juta Genteng, Menteri PKP Targetkan 4 Juta pada 2027

Kementerian PU membangun IPAL JSDP Zona 1 di Pluit berkapasitas 240.000 meter kubik per hari untuk melayani 220.000 sambungan rumah di Jakarta. Dok/Birkompu

Air Olahan

IPAL JSDP Zona 1 dibangun di atas lahan seluas 3,9 hektare. Untuk menghasilkan air olahan yang memenuhi baku mutu lingkungan, fasilitas ini menggunakan teknologi A2O (Anaerobic-Anoxic-Oxic) dan Membrane Bio-Reactor (MBR) yang dikombinasikan dengan High-rate Filter.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama menjelaskan, kombinasi teknologi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan proses pengolahan air limbah, termasuk mengurangi kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, nitrogen, dan fosfor.

“Penerapan teknologi tersebut memungkinkan proses pengolahan air limbah secara optimal, termasuk menurunkan kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, nitrogen, dan fosfor sebelum air hasil olahan dialirkan kembali ke lingkungan sesuai ketentuan,” kata Reza.

Selain membangun fasilitas pengolahan, proyek JSDP Zona 1 juga mencakup jaringan perpipaan air limbah sepanjang sekitar 74,4 kilometer. Pengerjaan infrastruktur tersebut menggunakan metode konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi kawasan perkotaan padat.

Untuk pembangunan fasilitas utama, digunakan metode Pneumatic Caisson, sedangkan pemasangan jaringan perpipaan bawah tanah menggunakan metode Pipe Jacking.

Kementerian PU membangun IPAL JSDP Zona 1 di Pluit berkapasitas 240.000 meter kubik per hari untuk melayani 220.000 sambungan rumah di Jakarta. Dok/Birkompu

Metode Pipe Jacking memungkinkan pemasangan pipa tanpa penggalian terbuka dalam skala luas. Dengan cara ini, pekerjaan konstruksi diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Melalui JSDP Zona 1, Kementerian PU menargetkan peningkatan layanan sanitasi perkotaan sekaligus pengurangan beban pencemaran pada badan air di Jakarta.

Keberadaan sistem pengolahan air limbah terpusat ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui pengelolaan limbah domestik yang lebih aman, peningkatan kualitas lingkungan, serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota yang sehat, layak huni, dan berkelanjutan. (CHI)

Baca Juga: Akses Jalan di Aceh dan Sumut Kembali Dibuka Setelah Diterjang Longsor

Oleh:

Share