Home Berita Proyek Perkeretaapian di Solo Diharapkan Selesai Tepat Waktu

Proyek Perkeretaapian di Solo Diharapkan Selesai Tepat Waktu

Share

Solo, Lintas — Semua proyek perkeretaapian di Solo, Jawa Tengah, diharapkan selesai tepat waktu. Menteri Perhubungan meminta jajarannya di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah I Jawa Bagian Tengah untuk mengawal berbagai proyek yang tengah berjalan.

Dikutip dari keterangan tertulis, Senin (31/7/2023), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Kota Solo guna memastikan sejumlah proyek perkeretaapian selesai tepat waktu.

Salah satunya, proyek pembangunan jembatan rel kereta api layang (elevated) sepanjang 270 meter di Simpang Joglo. “Ditargetkan pada Juni 2024 sudah dapat digunakan,” ujar Menhub Budi, Senin.

Baca juga: Pakai Kapal Perintis, Kemenhub Fasilitasi Ratusan Jemaah Haji Pulang ke Tolitoli

Budi Karya mengungkapkan rangka jembatan menggunakan besi bulat yang mayoritas diproduksi dari industri dalam negeri. “Teknologi ini merupakan yang pertama dilakukan di Asia Tenggara dan 90 persennya adalah produk lokal,” sebutnya.

Adapun pembangunan rel layang itu amat diperlukan untuk mengurai kemacetan di Simpang Joglo, Solo.

Menhub Budi Karya Sumadi beserta jajaran Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah I Jawa Bagian Tengah di Kota Solo, | Dok.  Kemenhub.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengadakan koordinasi dengan jajarannya di Solo, Jawa Tengah, Senin (31/7/2023). | KemenPUPR

“Keberadaan jalur ganda KA Solo-Semarang sangat penting untuk meningkatkan keterhubungan antara Kota Solo, Semarang, Purwokerto, dan Yogyakarta,” ujarnya.

Proyek Berjalan

Adapun sejumlah proyek perkeretaapian yang tengah berjalan di Kota Solo dan Jawa Tengah, yakni, pertama, pembangunan Jalur Ganda KA antara Solo-Semarang Fase I (Solobalapan-Kalioso) (2022-2024). Ini termasuk pembangunan Jalur KA Layang Simpang Joglo sepanjang 10 km dan Jembatan Rangka Baja Simpang Joglo sepanjang 270 meter.

Kedua, peningkatan jalur kereta Maos-Cilacap sepanjang 21 km (2023-2024); Ketiga, peningkatan jalur kereta Solo-Wonogiri sepanjang 32 km (2023-2024); Kemudian, ketiga, reaktivasi jalur kereta Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas tahap II sepanjang 2,1 km; Keempat, pembangunan box culvert pada BH 1149 km 312+075 antara Linggapura dan Bumiayu.

Terakhir, kelima, saluran Terbuka antara BH 1313 KM 336+686 antara Karangsari-Karanggandul lintas Cirebon-Kroya. (TNO)

Share