JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui beragam inisiatif berkelanjutan.
Hingga Juni 2025, KAI telah menghadirkan 102 unit Water Station yang tersebar di 54 titik lokasi pada 39 stasiun di seluruh wilayah operasionalnya, mulai dari Divisi Regional hingga Daerah Operasi (Daop).
“Water Station ini kami hadirkan untuk mendukung pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai. Pelanggan cukup membawa tumbler masing-masing, bisa isi ulang air minum dengan mudah, nyaman, dan gratis di area stasiun,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya.
Sebaran Water Station di Wilayah Operasional KAI:
- Daop 1 Jakarta: Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Jatinegara, Cikarang
- Daop 2 Bandung: Bandung, Kiaracondong, Purwakarta, Padalarang
- Daop 3 Cirebon: Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang
- Daop 4 Semarang: Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol
- Daop 5 Purwokerto: Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Kebumen
- Daop 6 Yogyakarta: Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Solo Jebres, Purwosari
- Daop 7 Madiun: Madiun, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Jombang, Blitar
- Daop 8 Surabaya: Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Lamongan, Sidoarjo, Wonokromo
- Daop 9 Jember: Jember
- Divre I Medan: Medan, Tebing Tinggi
- Divre IV Tanjungkarang: Tanjungkarang
KAI juga berencana menambah Water Station di beberapa stasiun lainnya dalam waktu dekat, seperti Stasiun Banjar, Tasikmalaya, Ketapang, dan Banyuwangi Kota.
Ekspansi ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan berkelanjutan dan mendorong lebih banyak pelanggan membawa tumbler pribadi saat bepergian dengan kereta api.
“Kami terus memperluas jangkauan Water Station agar semakin banyak pelanggan terbiasa membawa tumbler saat bepergian naik kereta,” tambah Anne.
Komitmen ESG dan Transportasi Berkelanjutan
Upaya menghadirkan layanan yang ramah lingkungan tidak berhenti pada penyediaan Water Station. KAI juga aktif memperkuat implementasi prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di berbagai lini operasional.
Baca Juga: Dari MRT hingga Energi Bersih, Ini Tawaran Proyek Strategis RI di ICI 2025
Salah satunya adalah penggunaan teknologi Face Recognition Boarding yang mempermudah proses naik kereta tanpa perlu mencetak tiket fisik, sehingga turut menekan penggunaan kertas. Selain itu, pada layanan makanan di atas kereta, KAI kini mulai menggunakan peralatan makan berbahan kayu (wooden cutlery) untuk menggantikan plastik sekali pakai.
“Seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pengurangan dampak lingkungan sektor transportasi, sekaligus menghadirkan layanan kereta api yang relevan dengan tren global menuju transportasi ramah lingkungan,” pungkas Anne. (CHI)

























