JAKARTA, LINTAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah merampungkan rangkaian inspeksi jalur menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2-4 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, sarana, dan layanan stasiun menjelang Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Melalui dua lintasan utama di Pulau Jawa, KAI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan komitmen kuat terhadap keselamatan sebagai fondasi mobilitas nasional pada puncak perjalanan akhir tahun.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono yang mengikuti inspeksi dari Jakarta hingga Ketapang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem selama masa angkutan Nataru. Ia menyampaikan bahwa KNKT memastikan seluruh rekomendasi keselamatan telah dijalankan oleh KAI.
Lintas Utara dan Selatan
“Kami lihat bahwa apa yang menjadi konsen KNKT, terutama hal-hal sesuai rekomendasi kami, apakah sudah dikerjakan atau belum untuk mencegah kecelakaan dengan penyebab yang sama,” ujar Soerjanto dalam keterangan yang dikutip Jumat (5/12/2025)
Inspeksi di lintas utara dilakukan dari Gambir hingga Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Bangil, Jember, Kalisetail, dan berakhir di Ketapang. Jalur ini merupakan tulang punggung mobilitas antarkota besar dan poros penting distribusi logistik di Pulau Jawa.


Untuk lintas selatan, perjalanan dimulai dari Bandung menuju Warungbandrek, Cipeundeuy, Karangpucung, Banjar, Gandrungmangun, Kroya, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo Balapan. Rangkaian kemudian berlanjut ke Walikukun, Madiun, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Malang Kota Lama, Malang, Sengon, Bangil, dan selesai di Surabaya Gubeng.
Lintasan ini memiliki kontur menantang sehingga membutuhkan perhatian lebih pada keselamatan operasional, terutama saat curah hujan tinggi.
Apresiasi Langkah KAI
Soerjanto mengapresiasi langkah KAI yang dinilai memiliki inisiatif tinggi dalam menjaga keselamatan. Keterlibatan langsung jajaran direksi juga disebut sebagai praktik baik dalam memastikan pengawasan yang lebih menyeluruh.
“KAI menunjukkan komitmen yang serius. Direksi turun langsung melihat kondisi jalur dan memutuskan tindak lanjut di tempat. Ini adalah contoh baik dalam memastikan sistem keselamatan berjalan,” lanjutnya.
Soerjanto menambahkan bahwa beberapa titik rawan di Jawa Timur memerlukan perhatian intensif. Curah hujan tinggi berpotensi memengaruhi kestabilan rel, jembatan, dan tebing di sekitar jalur. Ia memastikan bahwa proses mitigasi berjalan cepat berdasarkan temuan di lapangan.
Wakil Direktur Utama KAI Dody Budiawan menegaskan bahwa periode Nataru menjadi fase krusial bagi perusahaan dalam memastikan layanan aman dan andal bagi masyarakat. Peran kereta api disebut sangat penting dalam mendukung pergerakan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Keselamatan adalah prinsip tanpa kompromi. Setiap perjalanan harus dipastikan aman. Pelayanan harus maksimal dan seluruh petugas wajib siap siaga. Setiap temuan harus ditindaklanjuti saat itu juga,” ujar Dody.
Ia mengatakan bahwa kesiapan Nataru menjadi momentum bagi seluruh insan KAI untuk menunjukkan profesionalisme dan disiplin operasional, mengingat periode ini merupakan puncak mobilitas sepanjang tahun.
Selama inspeksi, KAI memantau kondisi jalur, wesel, jembatan, sistem persinyalan, dan fasilitas pelayanan di stasiun. Untuk meningkatkan keandalan prasarana, KAI telah memasang 84.525 meter rel baru, 189.883 meter kubik batu kricak, serta 12.084 batang bantalan sintetis pada jembatan baja. KAI juga menempatkan 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, 3 crane, dan 2.483 petugas tambahan di titik-titik strategis.
Posko Terpadu Nataru
Pusat Posko Terpadu Nataru kini beroperasi penuh untuk memantau perjalanan secara real time dan memastikan seluruh aspek operasional berjalan aman dan terkendali. Koordinasi intensif antara KAI, KNKT, dan DJKA Kemenhub memperkuat kesiapan prasarana dan pelayanan menjelang tingginya mobilitas masyarakat akhir tahun.
Dody menegaskan bahwa inspeksi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh insan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan, memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, dan memperkuat pemerataan aktivitas ekonomi.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Dengan kesiapan ini, KAI siap menjalankan tugas Nataru dengan penuh tanggung jawab,” kata Dody. (CHI)
Baca Juga: Kementerian PU Bangun SPPG untuk Program MBG di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat





