JAKARTA, LINTAS — Pemerintah terus menggenjot pembangunan jaringan irigasi pertanian di Aceh untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu andalannya, Daerah Irigasi Jambo Aye, kini telah rampung di sisi kiri dan sedang dipercepat pengerjaan sisi kanannya.
Pembangunan infrastruktur irigasi ini menjadi bagian penting dari upaya mencapai swasembada pangan, terutama di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, saat meninjau langsung lokasi di Aceh Timur, Selasa (24/6/2025), menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan jaringan irigasi secara menyeluruh.

“Kami telah menyelesaikan Bendungan Keureuto dan kini memfokuskan pada Jambo Aye. Semua ini untuk mendukung peningkatan hasil pertanian dan memperkuat swasembada pangan,” ujar Dody dikutip dari rilis pers Kementerian PU.
Baca Juga: Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Tersambung Penuh 2025, Dorong Ekonomi Aceh
Irigasi Dorong Produktivitas Sawah
Bendungan Keureuto yang selesai dibangun pada 2024 memiliki kapasitas tampung 215 juta meter kubik dengan luas genangan 896 hektar. Sementara itu, Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara telah menunjukkan dampak nyata.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I Heru Setiawan menyampaikan, jaringan irigasi Jambo Aye Kiri di Kecamatan Langkahan telah rampung 100 persen. Irigasi ini melayani area seluas 19.473 hektar. Sementara itu, pembangunan intake kanan yang melayani 3.028 hektar masih berlangsung dengan progres 41 persen.
Dengan hadirnya jaringan irigasi ini, indeks pertanaman total naik dari 200 menjadi 233 persen. Sementara indeks pertanaman padi meningkat dari 100 persen menjadi 115 persen. Penambahan luas tanam mencapai 1.001 hektar, dengan tambahan produksi padi sebanyak 11.011 ton gabah kering panen (GKP) per tahun. Rata-rata hasil panen juga cukup tinggi, mencapai 6,3 ton GKP per hektar.




“Ini adalah bukti bahwa infrastruktur irigasi yang tepat langsung berdampak pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” jelas Heru.
Lebih lanjut, Menteri Dody juga menekankan bahwa Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 menjadi landasan hukum kuat untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi, termasuk pemeliharaan dan operasionalnya.
“Pemerintah pusat kini bisa masuk ke saluran sekunder dan tersier. Namun, kami tetap membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan Bendungan Reubeuk dan Bendungan Jambo Aye sebagai langkah lanjutan mendukung ketahanan pangan di Aceh Utara dan Aceh Timur. (HRZ)
Baca Juga: Antisipasi Banjir di Aceh Utara, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Keureuto































