Jakarta, Lintas – Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Kamal-Teluknaga-Rajek ditandatangani, Selasa (1/8/2023). Pembangunan jalan tol ini diharapkan memperlancar distribusi logitik ke Pelabuhan Merak.
Demikian disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menyaksikan penandatangani kontrak itu di Kementerian PUPR.

“Ini merupakan sistem jalan tol di koridor Jawa sebelah Barat untuk pengembangan wilayah ekonomi. Kalau dilihat jalurnya jalan tol ini akan tembus ke Jalan Tol Jakarta-Merak, sehingga nanti mudah-mudahan yang dari Barat tidak perlu lewat Jalan Tol Dalam Kota Jakarta,” kata Menteri Basuki, dikutip dari rilis yang diterima, Selasa.
Pembangunan Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg, kata Basuki, diprakarsai oleh PT Duta Graha Karya dengan nilai investasi sebesar Rp 23,22 triliun yang dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atas Prakarsa Badan Usaha (unsolicited project) yang sepenuhnya investasi dari badan usaha.
“Saya terus berpesan kepada para kontraktor dan konsultan pengawas dalam pembangunan infastruktur untuk terus memperhatikan kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan, juga tidak main-main dengan mutu hasil pekerjaan serta harus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Menteri Basuki.

Basuki menginstruksikan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR untuk memonitor kualitas konstruksi mulai dari perencanaan desain hingga proses pembangunan. “Jalur jalan tol ini melewati daerah pantai pasti banyak tanah lunak, harus ada ketelitian dalam penelitian geologi tanah. Supaya dalam pelaksanaannya sesuai yang direncanakan, sehingga memperlancar konstruksinya,” ujarnya.
Dibagi 8 Seksi
Disampaikan Kepala BPJT Miftachul Munir, pembangunan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg bertujuan untuk mengembangkan kawasan Kabupaten Tangerang bagian Utara. Selain itu, juga sebagai upaya dalam mendukung kelancaran lalu lintas kendaraan di Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.
“Untuk Seksi 1 hingga 4 mulai dari Jalan Tol Sedyatmo hingga Kohod ditargetkan akan selesai konstruksinya dan dioperasikan pada tahun 2025, selanjutnya untuk Seksi 5 hingga 8 dari Kohod hingga Rajeg ditargetkan selesai konstruksinya pada tahun 2026,” ujar Munir.
Proses pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg dengan panjang 38,60 km sudah disampaikan secara terbuka sejak 25 September 2020. Itu berdasarkan Surat Menteri PUPR Nomor PB.02.01-Mn/1818. Kemudian berdasarkan Surat Menteri PUPR nomor PB 0201-Mn/1320 pada tanggal 22 Juni 2023 tentang penetapan pemenang lelang yang diprakarsai oleh PT Duta Graha Karya.

Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg memiliki 8 Seksi, yakni Seksi 1 (Sedyatmo-Kosambi) 6,7 km, Seksi 2 (Kosambi-Teluknaga) 3,7 km, Seksi 3 (Teluknaga-Tanjung Pasir) 3,1 km, Seksi 4 (Tanjung Pasir–Kohod) 3,65 km, Seksi 5 (Kohod–Surya Bahari) 5,15 km, Seksi 6 (Surya Bahari–Pakuhaji) 5,5 km, Seksi 7 (Pakuhaji–Mauk) 5,1 km, Seksi 8 (Mauk–Rajeg) 5,7 km.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten mendukung sepenuhnya pembangunan jalan tol tersebut. “Kami juga berkomunikasi intens dengan Pemprov DKI Jakarta. Dalam program ini hal utama yang kami siapkan terkait penetapan lokasi dan terus akan kami kawal dalam pelaksanaannya. Mudah-mudahan segala ikhtiar kita ini dimudahkan,” ujarnya. (HRZ)

























