Home Berita Irigasi Bali Diperbaiki, Petani Kini Bisa Panen Lebih Sering

Irigasi Bali Diperbaiki, Petani Kini Bisa Panen Lebih Sering

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat sektor pertanian melalui program rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di Provinsi Bali.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penguatan infrastruktur irigasi menjadi fondasi penting ketahanan pangan.

“Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Dody dalam keterangannya yang dikutip Kamis (23/4/2026).

Delapan Kabupaten

Program penanganan irigasi dilaksanakan di delapan kabupaten, yakni Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Fokus utama program adalah meningkatkan keandalan pasokan air bagi lahan pertanian.

Menurut Dody, pada Paket 1, pemerintah merehabilitasi dan meningkatkan 58 daerah irigasi sepanjang 69,27 kilometer yang melayani sekitar 3.088 hektar lahan. Sementara Paket 2 mencakup penanganan 10 daerah irigasi sepanjang 10 kilometer serta rehabilitasi lanjutan jaringan dan saluran tersier di 42 daerah irigasi dengan total panjang 28,52 kilometer.

“Dampak perbaikan jaringan mulai terlihat di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Jembrana, indeks pertanaman meningkat dari 150 menjadi 200, menandakan intensitas tanam dan pemanfaatan lahan semakin optimal,” ujarnya.

Baca Juga: Water Taxi Bali Dikebut, Waktu Tempuh Bandara–Canggu Dipangkas

Peningkatan serupa terjadi di Kabupaten Buleleng, di mana frekuensi tanam meningkat hingga dua kali lipat dengan indeks pertanaman naik dari 100 menjadi 200.

Pelaksanaan program dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Selain memastikan ketersediaan air sepanjang tahun, penguatan jaringan irigasi ini juga selaras dengan sistem Subak sebagai kearifan lokal pengelolaan air di Bali. (CHI)

Oleh:

Share